Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting

Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting

Inovasi Riset UMM: Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting Malang, 03 November 2025 — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui Pusat Studi Halal Thoyyib, berhasil mengembangkan dua produk pangan fungsional hasil riset yang sangat relevan dengan isu kesehatan nasional: minuman herbal anti-anemia dan beras granul lokal untuk pencegahan stunting. Suplemen Herbal Penambah Hemoglobin Tim peneliti UMM meracik minuman “Mawar Plus” dari bunga mawar dan jahe merah, serta mengembangkan kapsul zat besi (Fe) dari kombinasi bunga mawar dan bayam merah. Produk ini diuji ke beberapa kelompok penerima manfaat di Kabupaten Pasuruan, meliputi remaja putri, ibu muda, serta ibu hamil dan menyusui yang mengalami anemia ringan hingga berat. Hasilnya menggembirakan: setelah dua kali pemberian, banyak peserta melaporkan perbaikan kondisi fisik, seperti berkurangnya pusing, dan tes kadar hemoglobin (Hb) menunjukkan peningkatan dari kisaran 8–9 menjadi 10–11. Sebelumnya, program ini diawali dengan workshop dan bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan di Gedung Empu Sendok, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, melibatkan tenaga kesehatan dan akademisi. Beras Granul Lokal: Solusi untuk Cegah Stunting Selain suplemen herbal, UMM juga mengembangkan beras granul sehat dalam kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang melalui Konsorsium RIKUB 3. Beras granul ini berbasis bahan lokal seperti jagung, sorgum, dan umbi-umbian — kaya serat, vitamin, dan zat besi — yang ramah bagi penderita anemia dan sangat potensial untuk anak-anak berisiko stunting. Tim riset diketuai oleh Prof. Widya Dwi Rukmi Putri bersama Prof. Elfi Anis Saati dari UMM dan mitra dari UNDANA Kupang. Kolaborasi dan Implementasi di Lapangan Untuk memperluas dampak riset, tim UMM bersama UB dan UNDANA melakukan kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan Dialog Kebangsaan dan FGD bersama pemerintah daerah setempat. Diskusi menghasilkan gagasan pemanfaatan hasil bumi lokal — seperti pisang, turi, kacang hitam, ikan laut, dan rumput laut — sebagai bahan pangan fungsional halal. Selama di Kupang, tim juga menginspirasikan nuansa bunga mawar karena hotel tempat menginap menggunakan konsep mawar sebagai ornamen, melambangkan semangat penelitian mawar dari sisi kesehatan. Dari Riset Menuju Pemberdayaan Masyarakat UMM tidak hanya berhenti di laboratorium. Di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, tim melakukan pelatihan pengolahan pangan bergizi, pendampingan UMKM, dan penguatan proses branding produk unggulan lokal. Program pemberdayaan ini ditargetkan terus berjalan hingga tahun 2028, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang UMM dalam menyebarkan manfaat riset ke masyarakat. Dukungan Hibah Penelitian dan Pengabdian Proyek ini mendapat dukungan dari hibah BIMA (Kemenristekdikti RI) untuk penelitian serta hibah pengabdian dari LPPM UMM. Skema tersebut memungkinkan riset tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi langsung. Hal ini memiliki manfaat utama menurunkan angka anemia di kalangan remaja dan ibu hamil/menyusui melalui suplemen alami halal, mengurangi risiko stunting dengan pangan alternatif bergizi berbasis lokal, memperkuat ketahanan pangan dan gizi melalui kolaborasi universitas dan komunitas lokal serta pemberdayaan masyarakat dalam memproduksi pangan fungsional dan UMKM sehat. Inovasi ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan riset kampus, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama anemia dan stunting. Melalui kerjasama akademik, pemerintah, dan masyarakat, UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan produk pangan fungsional yang sehat, halal, dan bermanfaat luas.