Go Halal-Thoyyib ke Desa Binaan: Kawal UKM Halal dan Branding Produk “Minuman Isotonik” di Kampung Herbal Sukolelo Pasuruan

Penguatan produk halal dan peningkatan daya saing UMKM menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Pendampingan yang terstruktur dan berbasis potensi lokal dinilai penting untuk memastikan kualitas produk, keamanan pangan, serta kesiapan pasar yang lebih luas. Program Go Halal-Thoyyib dilaksanakan di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 16 Februari 2026. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan pelaku UMKM dalam meningkatkan mutu produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran berbasis sumber daya lokal. Desa Sukolelo dikenal sebagai Kampung Herbal dengan berbagai komoditas tanaman obat dan bahan alami yang telah dimanfaatkan sebagai produk olahan masyarakat. Salah satu produk yang dikembangkan dalam program ini adalah minuman isotonik berbasis ekstrak herbal, dengan bunga mawar dan rosella yang memiliki beberapa kandungan, salah satunya yang di unggulkan yaitu antioksidan. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sukolelo tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, petani lokal, perangkat desa, serta siswa dan guru sekolah menengah setempat. Rangkaian kegiatan meliputi workshop, demonstrasi formulasi produk, serta pendampingan terkait teknik pengolahan dan pengemasan. Selain aspek produksi, program ini juga memberikan pendampingan dalam penguatan branding dan desain kemasan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas serta mendukung pengembangan potensi eduwisata desa. Pelaksanaan Program Go Halal-Thoyyib diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas produk UMKM secara berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Sukolelo.
Dosen FPP UMM Bawa Inovasi Pupuk Hayati ke TTS, Kolaborasi dengan Undana Dorong Produktivitas Lahan Kering

Peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan riil di masyarakat kembali ditunjukkan melalui kolaborasi riset dan pengabdian di wilayah lahan kering Nusa Tenggara Timur (NTT). Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Henik Sukorini, S.P., M.P., memimpin langsung kegiatan berbagi teknologi pupuk hayati kepada petani di Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Senin 16 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara UMM dan Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering yang selama ini menghadapi tantangan kesuburan tanah rendah dan keterbatasan air. Melalui pendekatan riset terapan, tim memperkenalkan sekaligus menguji teknologi pupuk hayati berbasis mikroorganisme yang dirancang untuk membantu tanaman bertahan dalam kondisi cekaman kekeringan. Sebagai dosen FPP UMM, Henik Sukorini, S.P., M.P., menjelaskan bahwa teknologi yang dibawa ke Timor Tengah Selatan bukanlah produk instan. Inovasi tersebut merupakan hasil penelitian bertahap yang telah diuji di lahan kering Pulau Jawa sebelum diterapkan di wilayah dengan kondisi agroklimat yang lebih ekstrem seperti TTS. Menurutnya, implementasi di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi benar-benar adaptif terhadap kebutuhan petani lokal. Kolaborasi ini juga melibatkan peneliti senior, I N Prijo Soetedjo, bersama tim akademisi dan mahasiswa. Mereka mengembangkan empat produk utama, terdiri atas dua jenis pupuk hayati dan dua jenis bakteri pendukung pertumbuhan tanaman. Salah satu yang digunakan adalah mikoriza, mikroorganisme yang berperan dalam meningkatkan penyerapan unsur hara dan memperkuat sistem perakaran tanaman, khususnya pada kondisi kekurangan air. Hasil uji lapangan pada tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang lebih optimal pada lahan yang menggunakan pupuk hayati dibandingkan dengan lahan tanpa perlakuan. Tanaman terlihat lebih besar dan lebih vigor, menjadi indikator awal efektivitas teknologi tersebut dalam mendukung produktivitas lahan kering. Tak hanya memperkenalkan inovasi, tim FPP UMM juga memberikan pelatihan teknis kepada petani mengenai cara pembuatan pupuk hayati dengan memanfaatkan bahan lokal yang tersedia. Pendekatan ini dilakukan agar petani tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami proses dan prinsip dasar teknologi yang diterapkan. Meski demikian, pengembangan kultur bakteri tetap memerlukan prosedur dan standar teknologi tertentu agar kualitasnya terjaga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FPP UMM dalam mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara nyata di lapangan. Melalui sinergi kolaborasi dengan Undana, inovasi yang dikembangkan di kampus tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi langsung diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah lahan kering.
Mahasiswa Teknologi Pangan UMM Raih Prestasi Nasional di Kejurnas Karate 2026

Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Kejuaraan Karate STKIP Pasundan Open Tournament Series II 2026 Piala Kemenpora, kontingen Karate UMM berhasil meraih enam medali, menunjukkan kualitas pembinaan olahraga mahasiswa yang unggul dan berkelanjutan. Dari total perolehan medali tersebut, dua medali disumbangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UMM. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknologi Pangan UMM mampu menunjukkan daya saing dan prestasi di tingkat nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara kegiatan perkuliahan dan aktivitas pengembangan minat bakat. Prestasi mahasiswa Teknologi Pangan di Kejurnas Karate ini semakin istimewa karena diraih oleh mahasiswa baru yang telah menunjukkan mental juara sejak awal masa studi. Dua srikandi Teknologi Pangan UMM yang berhasil naik podium adalah: Artika Atha Thaworn Thanyalak (Teknologi Pangan 2025) Meraih Juara II Kata Beregu Senior Putri. Ilma Mazida (Teknologi Pangan 2025) Meraih Juara III Kumite Perorangan Senior Putri. Keberhasilan Artika dan Ilma tidak terlepas dari proses latihan yang terstruktur, disiplin tinggi, serta pembinaan berkelanjutan di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Muhammadiyah Malang. Meskipun masih berstatus sebagai mahasiswa baru, keduanya mampu menunjukkan mental juara, sportivitas, serta performa optimal dalam kompetisi yang diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia. Partisipasi aktif mahasiswa dalam ajang kejuaraan nasional ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Malang dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Dukungan institusi terhadap pengembangan prestasi mahasiswa diwujudkan melalui fasilitas, pembinaan, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi tingkat regional hingga nasional. Prestasi yang diraih mahasiswa Teknologi Pangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FPP UMM untuk terus mengembangkan potensi diri, berkontribusi positif bagi almamater, serta membawa nama baik universitas dalam berbagai bidang prestasi.