Praktisi PT Bumitama Gunajaya Agro Berbagi Wawasan di Kuliah Tamu COE Sawit FPP UMM
Tidak semua ilmu bisa ditemukan di buku teks. Menyadari hal itulah, Center of Excellence (COE) Sawit Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan langsung para praktisi industri ke hadapan mahasiswa melalui Kuliah Tamu bertajuk “Level Up Your Career: Peluang Kerja dan Masa Depan Industri Sawit” yang digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, di Aula BAU UMM. Dua narasumber utama hadir dari PT Bumitama Gunajaya Agro salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di Indonesia. Agus Sutrisno, S.P., M.M., selaku HC & OSM Director, dan Endro Prastowo selaku Managing Director Operation 2, berbagi pengalaman dan pandangan mereka secara langsung kepada para mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup gambaran nyata tentang dinamika industri kelapa sawit saat ini, kompetensi apa yang paling dicari perusahaan, hingga bagaimana mahasiswa bisa mempersiapkan diri agar benar-benar siap bersaing ketika lulus nanti. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., dan dimoderatori oleh Dr. Ir. Agus Zainudin, M.P., selaku Ketua Program Studi Agroteknologi. Forum ini menjadi ruang dialog yang produktif mahasiswa tidak hanya duduk mendengar, tetapi juga mendapatkan gambaran jelas tentang bagaimana industri kelapa sawit memandang lulusan perguruan tinggi dan apa yang perlu mereka miliki untuk menonjol di tengah persaingan. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FPP UMM dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga berakar pada kebutuhan dan tantangan industri sesungguhnya. Melalui COE Sawit, FPP terus mendorong mahasiswanya untuk tidak sekadar mengejar nilai akademis, tetapi juga aktif membangun wawasan dan koneksi profesional sedini mungkin.
Fermentor Cerdas hingga Kebun Herbal Berbasis IoT: Mahasiswa FPP Jawab Tantangan Nyata di Desa
Tiga organisasi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM resmi mendapat pendanaan nasional PPK Ormawa 2026 dari Belmawa Kemendiktisaintek. Bukan sekadar proposal di atas kertas masing-masing program dirancang untuk menjawab masalah konkret yang selama ini dihadapi masyarakat pedesaan. BEM FPP UMM membawa inovasi Smart Multifunctional Fermentor alat fermentasi cerdas berbasis teknologi karbonasi yang memungkinkan petani kopi di Desa Klampok menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten dan berdaya saing tinggi di pasar kopi spesialti. HIMAGRI menjawab tantangan pemasaran pengrajin mendong di Desa Blayu lewat program CRAFT-HUB. Program ini membangun ekosistem digital marketing agar produk kerajinan lokal bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Sementara HIMATEKPA memanfaatkan teknologi IoT untuk mengembangkan kawasan eduwisata herbal di Desa Sukolelo mengubah lahan herbal biasa menjadi destinasi belajar yang interaktif dan berbasis data. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., menegaskan bahwa seluruh program sengaja dirancang berorientasi dampak jangka panjang. “Kita tidak hanya membantu membranding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” ujarnya. Dengan tiga ormawa sekaligus yang lolos seleksi nasional, FPP UMM mempertegas perannya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.