
Malang – Sebanyak 20 petani jeruk dari Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mengikuti pelatihan pengendalian lalat buah berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Sabtu, 6 September 2025, pukul 18.00–20.00 WIB di Aula Balai Dusun Sapiturang. Kegiatan ini digelar oleh PPK Ormawa HIMAGRO Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme.
Pelatihan ini menjadi forum diskusi antara petani, akademisi, dan praktisi pertanian, fokus pada monitoring populasi lalat buah, pencatatan hasil pengamatan, sanitasi kebun, dan pemanfaatan parasitoid. Bapak Kusnan dari BRMP Jestro menjadi pemateri utama, menyampaikan strategi pengendalian berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Serangan lalat buah menjadi masalah serius bagi petani jeruk di Desa Bocek karena menyebabkan buah rontok, menurunnya kualitas, dan berdampak pada harga jual. Pelatihan ini menawarkan solusi ramah lingkungan, murah, dan berkelanjutan.
Acara diawali dengan pemaparan materi, menekankan pentingnya pencatatan mingguan dan konservasi parasitoid. Praktik pembuatan perangkap ekonomis dari botol bekas, atraktan cair, dan tali penggantung menjadi bagian menarik, membantu petani menekan populasi hama sekaligus melakukan monitoring rutin di kebun.

Diskusi berlangsung aktif, meliputi pembuatan pestisida nabati, penggunaan asap cair, serta strategi kombinasi perangkap dan biopestisida. Teknologi Augmentarium berbasis IoT 5.0 yang dikembangkan HIMAGRO UMM juga menarik perhatian peserta untuk memantau hama dan parasitoid secara real-time.
Bapak Kusnan menyampaikan kesannya:
“Kesannya luar biasa, karena mahasiswa Agroteknologi sudah mampu mengumpulkan para petani, dan memfasilitasi sosialisasi PHT dengan baik. Semoga mahasiswa terus memberi manfaat bagi petani dan masyarakat.”
Acara ditutup dengan dokumentasi bersama pemateri, mahasiswa, dan peserta. Dari pelatihan ini, petani Desa Bocek diharapkan lebih siap menerapkan strategi PHT, meningkatkan produksi jeruk dari sisi kuantitas dan kualitas, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.