Tiga Dekade Berdirinya Prodi Akuakutur UMM, Alumni Gelar Reuni Akbar Demi Menyongsong Generasi Unggul

  Memasuki babak baru sejak 3 dekade lalu, Program Studi (Prodi) Akuakultur – Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan reuni akbar bagi para alumni, 25 Desember 2024 lalu. Kegiatan tersebut merupakan wujud dedikasi para alumni dan pendidikan unggul yang tercipta, sehingga melahirkan generasi yang tak hanya cakap, namun juga unggul dalam bidangnya.  Agenda reuni akbar menjadi salah satu cara mempererat tali silaturahmi antar alumni dari berbagai angkatan, civitas akademika UMM, dan mahasiswa aktif Prodi Akuakultur. Reuni akbar tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang tersebar dari berbagai daerah baik di pulau Jawa maupun dari luar pulau Jawa. David Hermawan selaku inisiator terselenggaranya reuni akbar alumni Prodi Akuakultur mengatakan bahwa agenda ini bukan hanya sekedar pertemuan semata, tapi juga untuk mempererat sinergi dan kolaborai antar alumni dengan institusi.“Harapan kami melalui reuni akbar ini dapat terus memberikan kontribusi nyata, baik dalam pengembangan kurikulum maupun dalam mendukung mahasiswa aktif melalui mentoring atau peluang kerja. Ini juga menjadi komitmen kami untuk terus berinovasi dan mencetak lulusan unggul dan berdaya saing global,” kata David. Komitmen para alumni terwujud melalui pemberian beasiswa kepada sederet mahasiswa berprestasi baik regional maupun di kancah internasional. Pemberian beasiswa ini juga tak lepas dari banyaknya alumni sukses yang tersebar di berbagai sektor di seluruh Indonesia, mulai dari industry perikanan, pemerintahan, hingga sektor swasta. Adapun acara tersebut mencakup sharing session perjalanan kiprah alumni bertema ‘Membangun Sinergi dan Kolaborasi Alumni untuk Masa Depan Perikanan Berkelanjutan’ dan sesi pemilihan pengurus Ikatan Alumni Perikanan (IKAPI) UMM periode 2025-2029. Terpilih sebagai Ketua Umum IKAPI adalah Herman Jaya seorang pengusaha dan Direktur PT. Barru Mandiri Nusantara. Ia juga baru saja terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan periode 2024-2029. Wakil rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT, sangat mengapresiasi kontribusi para alumni dalam membawa nama baik universitas. Menurutnya, reuni akbar ini dapat menjadi ajang nostalgia dan berbagi pengalaman antara para alumni, civitas akademika, dan mahasiswa aktif untuk mendukung perkembangan Prodi Akuakultur – Perikanan UMM ke depannya.“Kehadiran dan kesuksesan anda semua di luar sana adalah cerminan kualitas pendidikan yang telah diberikan oleh Prodi AKuakultur UMM. Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi para penerus,” tambahnya mengakhiri.

Kolaborasi TNI AU dan UMM, Ciptakan Harmonisasi Ketahanan Pangan melalui Kesejahteraan Petani

Demi menyongsong Indonesia emas 2045, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas jaringan kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kolaborasi ini ditandai dengan penyelenggaraan seminar bertajuk “Kemampuan Wilayah dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan & Makanan Bergizi” sekaligus penandatanganan pernyataan bersama, 16 Desember 2024 lalu. Melalui adanya seminar ini, diharapkan terbentuknya kolaborasi sinergi antara pihak akademisi, instansi pemerintah, dan masyarakat guna mengembangkan visi besar Indonesia menuju Indonesia emas 2045.“Memang benar, ketahanan pangan merupakan isu krusial yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Ini membutuhkan orkestrasi yang harmonis dimana, semua elemen bangsa memiliki peran strategis untuk menciptakan lingkungan harmonis dan berdaya saing kuat,” ucap Marsda TNI AU Andi Wijaya selaku Asisten Potensi Dirgantara, Kepala Staf Angkatan Udara. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa adanya TNI AU sebagai salah satu sektor pendukung bukan menjadi pelaku utama dalam menyongsong ketahanan pangan, melainkan adanya TNI menjadi salah satu pelindung untuk mengamankan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Fokus utama dalam menyongsong ketahanan pangan adalah pada kesejahteraan dan inovasi di sektor pertanian. Diyan Anggraini dari PT Thara Jaya Niaga juga memberikan pendapat bahwa inovasi dan hilirisasi produk pertanian menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi ekonomi di sektor ini.“Ketahanan pangan tidak bisa terwujud tanpa kesejahteraan petani. Kita harus mendorong peningkatan pendapatan petani dan menciptakan ekosistem yang baik dari hulu hingga hilir. Contohnya saja seperti negara Thailand dan Vietnam yang telah berhasil memanfaatkan sisa produksi pertanian menjadi nilai tambah ekonomi yang kompetitif,” sambungnya. Diyan juga menyoroti pentingnya memaksimalkan bahan by produk dari pertanian, seperti dedak atau sekam padi. Kedua bahan tersebut belum banyak dimanfaatkan scara optimal di Indonesia dan berakhir hanya menjadi pakan ternak saja. Padahal, kedua bahan by produk tersebut juga memiliki nilai jual tinggi di pasar global. Untuk itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, SE., M.Si juga menyampaikan komitmen perguruan tinggi untuk mendukung ketahanan pangan melalui inovasi di sektor pertanian organik dan pemberdayaan petani lokal.“Kami telah membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan petani. Melalui kerjasama ini, harapannya dapat tercipta sinergi berkelanjutan dalam mendukung kemandirian pangan nasional dan visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.Melalui program Center of Excellent milik UMM juga turut mengambil peran dalam menyongsong ketahanan pangan. Didikan dan binaan mahasiswa melalui program CoE ini dapat menjadi bekal untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi terciptanya kehidupan yang berkelanjutan. Terakhir, Prof. Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si., IPU, ASEAN Eng selaku Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) UMM menyampaikan bahwa pelaksanaan kerjasama ini kedepannya bisa dikembangkan sesuai lingkup Tri Dharma perguruan tinggi yang bersinergi dengan TNI AU agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung.“Melalui adanya kolaborasi ini semoga dapat menjadi bekal kami dalam mempersiapkan mahasiswa UMM siap terjun ke masyarakat. Melalui adanya program CoE dan entrepreneurship menjadi pendorong dan bekal mahasiswa untuk siap melaksanakan dan menyukseskan visi Indonesia emas 2045,” ucapnya mengakhiri.

FPP UMM: Kenalkan Produk Unggulan Karya Akademisi di Seminar Nasional Ketahanan Pangan

Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan produk unggulan hasil karya akademisi dalam pagelaran seminar nasional ketahanan pangan. Acara bertajuk “Kemampuan Wilayah dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan & Makanan Bergizi” menjadi agenda peresmian kolaborasi antara UMM dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan udara (TNI AU) Sabtu, 16 Desember 2024 lalu. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan dalam visi besar Indonesia menyongsong Indonesia emas 2045. Melalui agenda seminar tersebut, diharapkan terjadinya kolaborasi aktif antara akademisi, pemerintah, maupun masyarakat demi menyongsong ketahanan pangan dan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan. Melalui pidatonya, Andi Wijaya selaku Asisten Potensi Dirgantara Kepala Staf Angkatan Udara menyampaikan bahwa TNI AU memang bukan menjadi pelaku utama di bidang pertanian. “TNI AU dapat berkiprah dalam sistem pertahanan dengan melindungi dan mengamankan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia,” ucapnya melanjutkan. Dalam kegatan tersebut UMM memperkenalkan beberapa produk unggulan hasil kolaborasi akademisi dengan petani lokal. Kolaborasi tersebut menciptakan prouk yang memiliki nilai jual baik di kancah nasional maupun internasional. Produk tersebut meliputi Minuman sari mawar “Elviza” ciptaan Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Sa’ati, MP; “Biofarm” pupuk organik cair karya Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU; Karbol serai hasil karya mahasiswa kolaborasi Center of Excellent (CoE) Prodi Kehutanan; dan Cokelat Moodco kerjasama CoE Prodi Teknologi Pangan. Produk tersebut merupakan salah satu upaya UMM dalam mendukung program ketahanan pangan melalui terciptanya sistem pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan sumber potensial kekayaan alam Indonesia. Tak hanya itu, produk tersebut juga dijadikan buah tangan dalam pagelaran seminar yang bertajuk ketahanan pangan tersebut Prof. Dr. Nazarudin Malik, S.E., M.Si menyatakan bahwa adanya produk tersebut merupakan komitmen UMM dalam mengukseskan misi besar Indonesia emas 2045. “Kami juga telah membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan petani. Melalui kerjasama ini, harapannya bisa tercipta sinergi berkelanjutan dalam mendukung kemandirian pangan nasional dan visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya  Melalui produk hasil karya akademisi FPP UMM ini menjadi harapan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang berlimpah. Produk karya dosen UMM itu juga menjadi bekal dan semangat UMM untuk membina mahasiswanya agar siap terjun ke masyarakat.“Produk yang telah diperkenalkan merupakan hasil jerih payah dosen yang berkolaborasi dengan mahasiswa untuk membuka potensi SDA yang dimiliki Indonesia. Hal itu juga tercermin melalui adanya program CoE dan entrepreneurship,” ucap Prof. Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si., IPU., ASEAN Eng selaku Dekan FPP. Melalui program tersebut, mahasiswa dibina dan didorong secara aktif untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam membangun bangsa yang lebih baik. Program CoE juga dapat menjadi pendorong dan bekal mahasiswa untuk siap melaksanakan dan menyukseskan visi Indonesia emas 2045.