FPP UMM Siap Gelar Dekan Cup 2026, Pendaftaran Dibuka Akhir Maret

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersiap menyelenggarakan Dekan Cup 2026 sebagai ajang kompetisi sekaligus pengembangan potensi mahasiswa. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Pendaftaran peserta akan dibuka pada tanggal 25 Maret hingga 2 April 2026. Mahasiswa yang berminat diimbau untuk segera mendaftarkan diri sesuai dengan cabang lomba yang diminati sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Acara pembukaan Dekan Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6 April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan perlombaan hingga 16 Mei 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan berkompetisi dalam berbagai bidang dengan menjunjung tinggi sportivitas. Melalui penyelenggaraan Dekan Cup ini, FPP UMM berharap dapat menciptakan lingkungan kampus yang aktif, dinamis, serta mampu mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan non-akademik yang positif.

Dekan Cup 2026 FPP UMM Segera Dibuka, Catat Jadwalnya

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Dekan Cup 2026 yang akan segera dibuka dalam waktu dekat. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta mempererat solidaritas antar civitas akademika. Berdasarkan informasi yang telah diumumkan, pendaftaran Dekan Cup 2026 dibuka mulai 25 Maret hingga 2 April 2026. Selanjutnya, acara akan resmi dibuka pada 6 April 2026, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan perlombaan. Pelaksanaan Dekan Cup 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 6 April hingga 16 Mei 2026. Berbagai cabang lomba diperkirakan akan turut memeriahkan kegiatan ini, dengan partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FPP UMM. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu mengembangkan soft skills serta menjalin kebersamaan dalam suasana kompetitif yang sehat.

FPP UMM Terapkan Sistem Perkuliahan Bertahap Pasca Libur Lebaran

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai mengaktifkan kembali kegiatan perkuliahan setelah libur Hari Raya dengan menerapkan sistem pembelajaran secara bertahap. Pada tanggal 30 Maret hingga 4 April 2026, perkuliahan dilaksanakan secara daring sebagai tahap awal sebelum kembali ke sistem tatap muka. Penerapan pembelajaran daring pada masa transisi ini bertujuan untuk mengakomodasi kondisi mahasiswa yang masih dalam proses perjalanan kembali ke Malang atau belum sepenuhnya berada di lingkungan kampus. Dengan demikian, proses pembelajaran tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu jadwal akademik yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan perkuliahan tetap berjalan secara aktif melalui platform digital, dengan dosen yang memberikan materi, diskusi, serta evaluasi pembelajaran secara daring. Mahasiswa juga diharapkan tetap menjaga partisipasi aktif serta tanggung jawab akademik selama mengikuti pembelajaran. Memasuki tanggal 6 April 2026 yang menandai dimulainya minggu kelima perkuliahan, FPP UMM kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara luring. Kembalinya sistem tatap muka ini menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dengan diberlakukannya kembali perkuliahan secara luring, FPP UMM berharap seluruh mahasiswa dapat lebih fokus, aktif, dan disiplin dalam mengikuti kegiatan akademik. Fakultas juga terus berupaya menjaga kualitas pembelajaran serta mendukung terciptanya suasana akademik yang efektif dan berkelanjutan.

Perkuliahan FPP UMM Berlangsung Daring Pasca Libur, Luring Dimulai Pekan Kelima

Kegiatan akademik di Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali aktif setelah masa libur Hari Raya. Pada tanggal 30 Maret hingga 4 April 2026, perkuliahan dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari masa penyesuaian sebelum kembali ke sistem tatap muka. Selama pelaksanaan daring, mahasiswa tetap mengikuti perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan memanfaatkan platform digital. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan proses pembelajaran sekaligus memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa. Selanjutnya, mulai 6 April 2026 yang merupakan awal minggu kelima perkuliahan, seluruh kegiatan akademik kembali dilaksanakan secara luring. Dengan sistem ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus dan aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Pihak fakultas menegaskan pentingnya kesiapan seluruh civitas akademika dalam menjalani perkuliahan secara tatap muka guna mendukung kualitas pembelajaran yang lebih maksimal.

FPP UMM Kembali Jalankan Perkuliahan Pasca Libur Hari Raya

Malang – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengaktifkan kegiatan perkuliahan setelah berakhirnya libur Hari Raya. Aktivitas akademik pada tanggal 30 Maret hingga 4 April 2026 tetap dilaksanakan melalui sistem pembelajaran daring sebagai bentuk penyesuaian awal pasca-libur panjang. Kebijakan pelaksanaan perkuliahan secara daring ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang masih berada di daerah asal masing-masing, sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sesuai kalender akademik. Dalam pelaksanaannya, dosen tetap menyampaikan materi perkuliahan melalui berbagai platform digital yang telah disepakati, sehingga capaian pembelajaran mahasiswa tetap dapat terpenuhi secara optimal. Selain itu, penerapan sistem daring pada masa transisi ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga kesinambungan kegiatan akademik tanpa mengurangi kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa. Mahasiswa diharapkan tetap aktif mengikuti perkuliahan serta menjaga kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan selama periode tersebut. Memasuki minggu kelima perkuliahan yang dimulai pada 6 April 2026, FPP UMM secara resmi kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara luring atau tatap muka di lingkungan kampus. Kembalinya sistem perkuliahan secara langsung ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi akademik, memperkuat pemahaman materi, serta mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan dimulainya kembali perkuliahan secara luring, pihak fakultas mengimbau seluruh mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi kehadiran maupun kesiapan akademik. FPP UMM juga berkomitmen untuk terus menjaga kualitas proses pembelajaran serta menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi seluruh civitas akademika.

Go Halal-Thoyyib ke Desa Binaan: Kawal UKM Halal dan Branding Produk “Minuman Isotonik” di Kampung Herbal Sukolelo Pasuruan

Penguatan produk halal dan peningkatan daya saing UMKM menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Pendampingan yang terstruktur dan berbasis potensi lokal dinilai penting untuk memastikan kualitas produk, keamanan pangan, serta kesiapan pasar yang lebih luas. Program Go Halal-Thoyyib dilaksanakan di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 16 Februari 2026. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan pelaku UMKM dalam meningkatkan mutu produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran berbasis sumber daya lokal. Desa Sukolelo dikenal sebagai Kampung Herbal dengan berbagai komoditas tanaman obat dan bahan alami yang telah dimanfaatkan sebagai produk olahan masyarakat. Salah satu produk yang dikembangkan dalam program ini adalah minuman isotonik berbasis ekstrak herbal, dengan bunga mawar dan rosella yang memiliki beberapa kandungan, salah satunya yang di unggulkan yaitu antioksidan. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sukolelo tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, petani lokal, perangkat desa, serta siswa dan guru sekolah menengah setempat. Rangkaian kegiatan meliputi workshop, demonstrasi formulasi produk, serta pendampingan terkait teknik pengolahan dan pengemasan. Selain aspek produksi, program ini juga memberikan pendampingan dalam penguatan branding dan desain kemasan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas serta mendukung pengembangan potensi eduwisata desa. Pelaksanaan Program Go Halal-Thoyyib diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas produk UMKM secara berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Sukolelo.

Dosen FPP UMM Bawa Inovasi Pupuk Hayati ke TTS, Kolaborasi dengan Undana Dorong Produktivitas Lahan Kering

Peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan riil di masyarakat kembali ditunjukkan melalui kolaborasi riset dan pengabdian di wilayah lahan kering Nusa Tenggara Timur (NTT). Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Henik Sukorini, S.P., M.P., memimpin langsung kegiatan berbagi teknologi pupuk hayati kepada petani di Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Senin 16 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara UMM dan Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering yang selama ini menghadapi tantangan kesuburan tanah rendah dan keterbatasan air. Melalui pendekatan riset terapan, tim memperkenalkan sekaligus menguji teknologi pupuk hayati berbasis mikroorganisme yang dirancang untuk membantu tanaman bertahan dalam kondisi cekaman kekeringan. Sebagai dosen FPP UMM, Henik Sukorini, S.P., M.P., menjelaskan bahwa teknologi yang dibawa ke Timor Tengah Selatan bukanlah produk instan. Inovasi tersebut merupakan hasil penelitian bertahap yang telah diuji di lahan kering Pulau Jawa sebelum diterapkan di wilayah dengan kondisi agroklimat yang lebih ekstrem seperti TTS. Menurutnya, implementasi di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi benar-benar adaptif terhadap kebutuhan petani lokal. Kolaborasi ini juga melibatkan peneliti senior, I N Prijo Soetedjo, bersama tim akademisi dan mahasiswa. Mereka mengembangkan empat produk utama, terdiri atas dua jenis pupuk hayati dan dua jenis bakteri pendukung pertumbuhan tanaman. Salah satu yang digunakan adalah mikoriza, mikroorganisme yang berperan dalam meningkatkan penyerapan unsur hara dan memperkuat sistem perakaran tanaman, khususnya pada kondisi kekurangan air. Hasil uji lapangan pada tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang lebih optimal pada lahan yang menggunakan pupuk hayati dibandingkan dengan lahan tanpa perlakuan. Tanaman terlihat lebih besar dan lebih vigor, menjadi indikator awal efektivitas teknologi tersebut dalam mendukung produktivitas lahan kering. Tak hanya memperkenalkan inovasi, tim FPP UMM juga memberikan pelatihan teknis kepada petani mengenai cara pembuatan pupuk hayati dengan memanfaatkan bahan lokal yang tersedia. Pendekatan ini dilakukan agar petani tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami proses dan prinsip dasar teknologi yang diterapkan. Meski demikian, pengembangan kultur bakteri tetap memerlukan prosedur dan standar teknologi tertentu agar kualitasnya terjaga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FPP UMM dalam mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara nyata di lapangan. Melalui sinergi kolaborasi dengan Undana, inovasi yang dikembangkan di kampus tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi langsung diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah lahan kering.

Mahasiswa Teknologi Pangan UMM Raih Prestasi Nasional di Kejurnas Karate 2026

                                    Mahasiswa Fakultas Pertanian dan  Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Kejuaraan Karate STKIP Pasundan Open Tournament Series II 2026 Piala Kemenpora, kontingen Karate UMM berhasil meraih enam medali, menunjukkan kualitas pembinaan olahraga mahasiswa yang unggul dan berkelanjutan. Dari total perolehan medali tersebut, dua medali disumbangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UMM. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknologi Pangan UMM mampu menunjukkan daya saing dan prestasi di tingkat nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara kegiatan perkuliahan dan aktivitas pengembangan minat bakat. Prestasi mahasiswa Teknologi Pangan di Kejurnas Karate ini semakin istimewa karena diraih oleh mahasiswa baru yang telah menunjukkan mental juara sejak awal masa studi. Dua srikandi Teknologi Pangan UMM yang berhasil naik podium adalah:   Artika Atha Thaworn Thanyalak (Teknologi Pangan 2025) Meraih Juara II Kata Beregu Senior Putri. Ilma Mazida (Teknologi Pangan 2025) Meraih Juara III Kumite Perorangan Senior Putri.   Keberhasilan Artika dan Ilma tidak terlepas dari proses latihan yang terstruktur, disiplin tinggi, serta pembinaan berkelanjutan di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Muhammadiyah Malang. Meskipun masih berstatus sebagai mahasiswa baru, keduanya mampu menunjukkan mental juara, sportivitas, serta performa optimal dalam kompetisi yang diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia. Partisipasi aktif mahasiswa dalam ajang kejuaraan nasional ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Malang dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Dukungan institusi terhadap pengembangan prestasi mahasiswa diwujudkan melalui fasilitas, pembinaan, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi tingkat regional hingga nasional. Prestasi yang diraih mahasiswa Teknologi Pangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FPP UMM untuk terus mengembangkan potensi diri, berkontribusi positif bagi almamater, serta membawa nama baik universitas dalam berbagai bidang prestasi.  

Membumikan Halal Bersama Mahasiswa UMM

Dengan Kurikulum Halal dan Pelatihan P3Halal Memberi 4 Manfaat dan Dampak Mendapat Pekerjaan di MBG (Oleh : Prof Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP. Ketua PS. P3Halal – UMM (Pusat Studi. Penelitian & Pengembangan Produk Halal-UMM) Malang, 14 Januari 2026 – Membangun industri halal bukan hanya soal penyediaan produk makanan halal saja, tetapi mencakup empat elemen penting, yakni barang dan jasa, infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan pemerintah. Bergotong-royong membangun ekosistem halal adalah kerja besar lintas sektor: akademisi, pelaku usaha, regulator, dan masyarakat, dimana Indeks literasi ekonomi syariah kita masih di bawah 50 persen. Pelibatan mahasiswa dalam inisiatif “Go Halal” di Indonesia sangat didorong oleh pemerintah, khususnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dengan peran utama sebagai pendamping Proses Produk Halal (P3H) dan agen literasi halal.  Mahasiswa berperan sebagai duta produk halal dan menggerakkan literasi halal di lingkungan sekitar. Tiga pilar utama yaitu civitas akademika, pemerintah, dan pelaku industri, harus bersemangat bersama dalam mengembangkan industri halal. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga diharapkan melahirkan generasi sadar halal, menjadi agen-agen pembangun ekosistem halal yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam kegiatan Inovasi dan IPTEKS, mahasiswa juga terlibat dalam aspek riset dan pengembangan teknologinya Oleh karena itu PS P3 Halal UMM secara terus menerus mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dengan aksi nyata dalam penguatan ekosistem halal di Indonesia. Bahkan menjadi Pusat Kajian Pangan Aman-Halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak Tahun 2008, telah mempunyai kurikulum 2-4 SKS pada MK manajemen Pangan Aman-halal, Manajemen Gizi Institusi Aman & Halal, pada Prodi Teknologi Pangan (sejak Tahun 2010), Agribisnis di Lingkungan Fak Pertanian_peternakan UMM, serta pada Program FAI (Ekonomi Syari’ah) dan FH (Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum) UMM. Tidaklah mengherankan beberapa alumni THP/ITP, sekarang Teknologi Pangan menjadi auditor halal, pegawai di Balai BPOM, penyelia halal pada beberapa perusahaan makanan-minuman, serta akhir-akhir ini sedang banyak dibutuhkan kompetensinya pada program baru MBG (Makan Bergizi Gratis) Bersama para ahli gizi yang masih kekurang di banyak dapur MBG seluruh wilayah Indonesia. Disamping keahlian dalam mengelola menu MBG juga dalam mendukung ekosistem pangan halal melaksanakan sertifikasi halal dapur MBG-nya. Seperti dialami oleh alumni TP Sdr. Iffi, STP yang telah membantu tim halal UMM selama hampir 2 tahun (sebagai tenaga magang alumni), dinyatakan lulus wawancara sebagai Ahli Gizi dapur MBG di daerah Banyuwangi Jawa Timur     Alumni magang halal; Pendampingan Hotel/UKM bersama LazisMu/MayBank Mahasiswa diberi media mengimplementasikan kurilukum dengan Pelatihan P3/Pendamping Proses Produk Halal bekerjasama PS. P3Halal-UMM, sehingga penguatan pemahaman dan ketrampilan dapat langsung dilaksanakan menjadi tugas pendampingan dan sertifikasi halal kepada UMKM, Hotel, café/RM dan lainnya. Selanjutnya mahasiswa diberi kesempatan dapat melanjutkannya dalam kegiatan Magang, PKL, bahkan PMM/KKN tematik halal, yang hasil pendampingan data-data UMKM tersebut dapat menjadi bahan TA/skripsinya.  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik  khusus dengan fokus pendampingan sertifikasi halal bagi UMK di daerah pedesaan atau daerah binaan, serta memberi ruang agar mahasiswa punya pengalaman praktis di lapangan. Melalui program-program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kompetensi teknis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem halal nasional dan sekaligus mahasiswa dapat menyelesaikan tugasnya hingga lulus tepat waktu. Tugas tersebut dapat dilanjutkan menjadi judul skripsinya tanpa harus melakukan penelitian lagi yang membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit. KKN Halal di Purwosari-Pasuruan; Lulus Pelatihan P3Halal (Teknologi Pangan) Program Pendamping Proses Produk Halal (P3H),  Mahasiswa dilatih dan direkrut untuk menjadi pendamping yang membantu Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam memperoleh sertifikasi halal secara gratis (program SEHATI); Mengedukasi pelaku UMK tentang pentingnya sertifikasi halal dan manfaatnya bagi bisnis mereka; Membantu UMK mempersiapkan dokumen dan data yang diperlukan untuk pengajuan sertifikasi melalui sistem, serta Memberikan bimbingan dalam penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) di lokasi produksi. PS P3 Halal UMM bersama MK terkait melakukan kegiatan intregrasi-kolaboratif, mahasiswa yang telah berhasil meloloskan Seritifkat Halal UKM yang didampingi hasil kegiatan pelartihan, akan dibebaskan dari kegiatan UAS berhasil memperoleh nilai A, dan bisa menjadi tema bahan Tugas akhir agar mahasiswa lulus tepat waktu, dan melanjutkan dengan riset sosial mengalanlisis hasil tuitik kritis keharamannya produk UKM yang didampinginya. Dari sebanyak 90 mahasiswa, dalam tempo 4 minggu 14 orang telah berhasil menuntaskan tugas terstruktur, hingga ada 6 mahasiswa sukses membantu mengawal UKM hingga terbit Sertifikat Halal produknya, antara lain : 7 Minuman Bu Neneng sengkaling;  Bumbu pecel Bu Romlah Singosari Malang, dan Dimsun Littlebite. Agen Perubahan dan Literasi: Mahasiswa, sebagai generasi muda yang dominan, dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) yang efektif untuk menyebarluaskan informasi dan gaya hidup halal di masyarakat. Mahsiswa juga diharapkan sebagai penggerak gaya hidup Halal, mendorong kesadaran konsumsi produk halal di kalangan milenial dan masyarakat luas.

Dosen Perikanan UMM Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh

Dosen Perikanan UMM Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh

  Malang – Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh mengundang kepedulian banyak pihak. Salah satunya datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Perikanan UMM, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P., turut turun langsung ke lokasi terdampak sebagai bagian dari tim relawan kemanusiaan. Indra Fery, bergabung bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur dan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM. Kehadiran mereka di lapangan difokuskan pada upaya respon awal bencana, mulai dari pendampingan masyarakat terdampak, distribusi bantuan, hingga asesmen kondisi di lapangan. Menurut Indra Fery, bencana tidak hanya menyisakan kerusakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang besar bagi warga. Oleh karena itu, kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Dalam keterangannya, Indra Fery juga menegaskan bahwa kehadiran relawan bukan hanya soal membawa bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana. “Bencana seperti ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi juga soal kondisi psikologis warga. Kehadiran kami di lapangan adalah untuk membantu semampunya dan memberi penguatan bahwa mereka tidak sendiri.” ujar Rindya Fery Indrawan. Ia menambahkan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus wujud nyata nilai ke-Muhammadiyahan yang selama ini dijunjung oleh UMM. “Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga pembelajaran kehidupan. Mahasiswa belajar langsung tentang empati, kerja sama, dan bagaimana ilmu bisa hadir untuk kemanusiaan.” tambah Indra Fery. Partisipasi dosen Perikanan UMM dalam aksi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen kampus tidak hanya pada pengembangan akademik, tetapi juga pada nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan lembaga kemanusiaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana. (Humas/Sang).