
Himpunan Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi melaksanakan kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Kamis, 17 Juli 2025. Acara pembukaan dan sosialisasi program ini berlangsung di Balai Desa Bocek dengan dihadiri oleh Kepala Desa Bocek, Sekretaris Desa, perangkat desa, perwakilan bidang kemahasiswaan UMM, pimpinan Fakultas Pertanian-Peternakan, Program Studi Agroteknologi, serta sejumlah tokoh masyarakat termasuk Ketua Kelompok Tani “Tri Rejeki” dan beberapa ketua kelompok tani lainnya di wilayah tersebut. Program ini mengusung tema “Integrasi Teknologi Augmentarium dan Konservasi Parasitoid Berbasis IoT 5.0 Guna Memperbaiki Kualitas Jeruk Berkelanjutan di Desa Bocek, Malang.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, di mana mahasiswa tidak hanya datang membawa inovasi teknologi, tetapi juga terjun langsung dalam proses pemberdayaan petani dan komunitas lokal. Mahasiswa akan mendampingi kelompok tani secara intensif melalui serangkaian kegiatan seperti pelatihan penggunaan teknologi Augmentarium, konservasi musuh alami hama (parasitoid), pengembangan plot demonstrasi tanaman jeruk sehat, edukasi pengendalian hama ramah lingkungan, serta sosialisasi pertanian berkelanjutan berbasis ekologi dan digitalisasi. Selain itu, mahasiswa juga akan terlibat dalam kegiatan sosial desa seperti edukasi pertanian ke sekolah dasar, kerja bakti lingkungan bersama warga, dan pendataan kebutuhan petani secara partisipatif. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta menciptakan transfer ilmu yang lebih efektif.Teknologi Augmentarium yang diperkenalkan dalam program ini adalah sistem berbasis Internet of Things (IoT) 5.0 yang memungkinkan pemantauan ekosistem pertanian secara real-time melalui sensor lingkungan secara digital. Teknologi ini dirancang untuk mendukung pengendalian hayati dengan cara melestarikan populasi parasitoid lalat buah, salah satu hama utama tanaman jeruk. Dengan Augmentarium, petani dapat memperoleh informasi digital tentang tingkat serangan hama dan keberadaan musuh alaminya, sehingga keputusan pengendalian dapat dilakukan secara tepat waktu dan presisi, tanpa harus bergantung pada penggunaan insektisida kimia yang berlebihan.
Kepala Desa Bocek, Abdul Kodim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa UMM yang tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga semangat kolaborasi. “Kami menyambut baik program ini karena sangat relevan dengan kebutuhan petani. Kami berharap ini bukan hanya kegiatan sesaat, tapi bisa berkelanjutan dan terintegrasi dengan program desa,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tri Rejeki, juga mengungkapkan rasa optimis atas inovasi ini. “Kalau bisa membantu kami mengurangi serangan lalat buah dan meningkatkan hasil panen jeruk tanpa harus banyak insektisida, ini sangat kami dukung,” katanya.
Program ini akan dilaksanakan selama lima bulan dan merupakan bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Malang dalam memperluas dampak tridharma perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi pertanian presisi yang berbasis ekosistem, serta mendorong keterlibatan generasi muda desa dalam regenerasi petani berbasis teknologi. Dengan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) poin 2 tentang ketahanan pangan dan poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, program ini juga menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia