Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pusat lahirnya penelitian, tetapi juga motor penggerak inovasi. Gagasan tersebut disampaikan Guru Besar Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional, Pameran Inovasi, dan Anugerah Inovator 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Dalam forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan inovator dari berbagai bidang tersebut, Prof. Elfi menyoroti pentingnya menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, tantangan dunia akademik saat ini bukan hanya menghasilkan temuan baru, tetapi memastikan temuan tersebut dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan.

Sebagai Guru Besar Teknologi Pangan, Prof. Elfi menjelaskan bahwa berbagai hasil penelitian memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk, teknologi, maupun layanan yang dapat diterapkan secara luas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat agar proses pengembangan inovasi dapat berjalan lebih optimal.

Forum nasional tersebut juga menjadi wadah pertukaran gagasan lintas disiplin ilmu. Direktur DPPM UMG, Prof. Dr. Yudi Arifani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar tidak hanya berfungsi sebagai sarana diseminasi hasil penelitian, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Kehadiran Prof. Elfi sebagai narasumber utama menunjukkan kontribusi aktif UMM dalam pengembangan ekosistem inovasi nasional. Melalui keterlibatan akademisinya di berbagai forum ilmiah, UMM terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan sebagai solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada upaya menghadirkan inovasi yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan berkembang menjadi karya yang mampu memberikan dampak lebih luas bagi kehidupan masyarakat.