Dosen FPP UMM Raih Pendanaan BIMA 2026, Bukti Kualitas Riset yang Kompetitif di Tingkat Nasional
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kualitas akademiknya melalui keberhasilan tiga dosen dalam memperoleh pendanaan penelitian Program BIMA tahun 2026. Prestasi ini menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas riset di lingkungan fakultas. Tiga dosen yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, M.P., dan Prof. Dr. Ir. Dyah Roeswitawati, M.S. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kualitas proposal penelitian yang diajukan, serta relevansi topik penelitian dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan. Program BIMA dikenal sebagai program pendanaan yang selektif dan kompetitif di tingkat nasional. Oleh karena itu, keberhasilan ini menunjukkan bahwa dosen FPP UMM mampu bersaing secara akademik dengan berbagai perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Capaian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas penelitian serta publikasi ilmiah di lingkungan FPP UMM. Selain itu, hasil penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, M.P. Lolos Pendanaan BIMA 2026 Skema Disertasi Doktor dengan Inovasi Agen Hayati
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, M.P. dalam memperoleh pendanaan Program BIMA tahun 2026 melalui skema Penelitian Disertasi Doktor. Capaian ini menjadi bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan akademik. Penelitian yang diangkat berfokus pada pengembangan bioamelioran multivariat berbasis agen hayati lokal untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas kedelai pada lahan kering. Topik ini memiliki relevansi tinggi dalam menjawab tantangan pertanian, khususnya dalam optimalisasi lahan marginal. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penelitian yang diajukan memiliki kualitas yang tinggi, baik dari sisi metodologi maupun kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pertanian. Selain itu, penelitian ini juga berpotensi memberikan solusi inovatif bagi peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia. Dengan adanya pendanaan dari Program BIMA, diharapkan penelitian ini dapat berjalan secara optimal serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan, sehingga memberikan manfaat bagi petani dan sektor pertanian secara luas.
Prof. Dr. Ir. Dyah Roeswitawati, M.S. Lolos Pendanaan BIMA 2026 Skema Penelitian Fundamental Reguler
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan capaian akademik melalui keberhasilan Prof. Dr. Ir. Dyah Roeswitawati, M.S. dalam memperoleh pendanaan penelitian pada Program BIMA tahun 2026 dengan skema Penelitian Fundamental Reguler. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen dalam pengembangan riset yang berkualitas dan berkelanjutan. Penelitian yang diusulkan oleh Prof. Dyah mengangkat topik mengenai isolasi dan identifikasi secara molekuler rhizobakteri akar alang-alang (Imperata cylindrica) sebagai agen penghambat patogen Phytophthora infestans menggunakan pendekatan 16S rDNA. Topik ini dinilai memiliki kontribusi penting dalam pengembangan teknologi hayati di bidang pertanian, khususnya dalam pengendalian penyakit tanaman secara ramah lingkungan. Keberhasilan dalam memperoleh pendanaan ini menunjukkan bahwa proposal penelitian yang diajukan telah memenuhi standar kualitas nasional, baik dari segi kebaruan, metodologi, maupun relevansi terhadap kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi FPP UMM sebagai institusi yang aktif dalam kegiatan riset. Dengan adanya dukungan pendanaan dari Program BIMA, diharapkan penelitian ini dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
BIMA 2026 Jadi Bukti Komitmen Dosen FPP UMM dalam Mengembangkan Riset dan Inovasi
Keberhasilan dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperoleh pendanaan Program BIMA 2026 menjadi bukti nyata komitmen dalam mengembangkan riset dan inovasi di bidang pertanian dan peternakan. Berbagai judul penelitian yang lolos pendanaan menunjukkan keberagaman topik yang diangkat, mulai dari pengembangan bioamelioran berbasis agen hayati, eksplorasi tanaman endemik sebagai kandidat obat, hingga pemanfaatan mikroorganisme untuk pengendalian patogen tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memiliki potensi aplikatif. Di sisi lain, kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi, penguatan ekonomi lokal, serta pengembangan sistem pertanian berkelanjutan. Melalui program ini, FPP UMM terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
FPP UMM Tunjukkan Eksistensi di Program BIMA 2026, Delapan Dosen Dipercaya sebagai Ketua
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat nasional melalui keterlibatan delapan dosen sebagai ketua dalam Program BIMA 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa FPP UMM memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Program yang dipimpin oleh dosen FPP UMM mencakup berbagai bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan peternakan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Kepercayaan yang diberikan kepada dosen sebagai ketua program menjadi tanggung jawab sekaligus peluang untuk mengembangkan inovasi dan solusi yang aplikatif. Selain itu, peran ini juga memperkuat posisi FPP UMM sebagai salah satu fakultas yang aktif dalam program nasional. Dengan capaian ini, FPP UMM diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas riset, memperluas jejaring kerja sama, serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pembangunan masyarakat.
Dari Laboratorium ke Masyarakat, Dosen FPP UMM Wujudkan Dampak Nyata Lewat BIMA 2026
Program BIMA 2026 menjadi salah satu wadah strategis bagi dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mengimplementasikan hasil riset dan keilmuan secara langsung kepada masyarakat. Keberhasilan dalam memperoleh pendanaan ini menunjukkan kesiapan dosen dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian dan peternakan. Sementara itu, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi sarana untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat secara langsung. Keterlibatan dosen dalam program ini juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa, yang turut dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian. Hal ini menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang berbasis pengalaman. Melalui capaian ini, FPP UMM terus berupaya memperkuat ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berdampak. Program BIMA 2026 menjadi salah satu bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat.
8 Dosen Jadi Ketua Program BIMA 2026, FPP UMM Perkuat Peran di Riset dan Pengabdian Nasional
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperlihatkan kiprah akademiknya melalui keberhasilan delapan dosen yang dipercaya sebagai ketua dalam Program BIMA 2026. Capaian ini menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas riset dan pengabdian di lingkungan fakultas. Program BIMA merupakan salah satu program pendanaan nasional yang memiliki tingkat seleksi yang ketat. Oleh karena itu, terpilihnya dosen sebagai ketua program menunjukkan bahwa proposal yang diajukan memiliki kualitas yang unggul serta relevan dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Peran sebagai ketua program memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengembangkan inovasi, membangun kolaborasi, serta memperluas dampak kegiatan akademik. Hal ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya riset yang terus dikembangkan di FPP UMM. Dengan capaian ini, FPP UMM diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta memberikan dampak yang lebih luas melalui kegiatan penelitian dan pengabdian.