Fermentor Cerdas hingga Kebun Herbal Berbasis IoT: Mahasiswa FPP Jawab Tantangan Nyata di Desa

Tiga organisasi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM resmi mendapat pendanaan nasional PPK Ormawa 2026 dari Belmawa Kemendiktisaintek. Bukan sekadar proposal di atas kertas masing-masing program dirancang untuk menjawab masalah konkret yang selama ini dihadapi masyarakat pedesaan. BEM FPP UMM membawa inovasi Smart Multifunctional Fermentor alat fermentasi cerdas berbasis teknologi karbonasi yang memungkinkan petani kopi di Desa Klampok menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten dan berdaya saing tinggi di pasar kopi spesialti. HIMAGRI menjawab tantangan pemasaran pengrajin mendong di Desa Blayu lewat program CRAFT-HUB. Program ini membangun ekosistem digital marketing agar produk kerajinan lokal bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Sementara HIMATEKPA memanfaatkan teknologi IoT untuk mengembangkan kawasan eduwisata herbal di Desa Sukolelo mengubah lahan herbal biasa menjadi destinasi belajar yang interaktif dan berbasis data. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., menegaskan bahwa seluruh program sengaja dirancang berorientasi dampak jangka panjang. “Kita tidak hanya membantu membranding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” ujarnya. Dengan tiga ormawa sekaligus yang lolos seleksi nasional, FPP UMM mempertegas perannya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Mahasiswa FPP UMM Tunjukkan Inovasi Lewat Keberhasilan di PPK Ormawa 2026

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan empat organisasi mahasiswa yang lolos seleksi akhir Subproposal PPK Ormawa 2026. Keberhasilan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi. Empat organisasi mahasiswa yang berhasil lolos terdiri dari HIMATEKPA, HIPOTESA FPP UMM, BEM FPP UMM, dan HIMAGRI. Program-program yang diajukan mengangkat berbagai isu strategis terkait pengembangan desa, pemberdayaan masyarakat, inovasi pertanian, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat. Pendekatan kolaboratif dan inovatif menjadi nilai utama dalam pengembangan proposal yang diajukan. FPP UMM terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak positif melalui program-program kemahasiswaan yang berkelanjutan.