Menitipkan Gagasan dalam Bait-Bait Kata, Silmi Multazamah Ukir Prestasi di Rector Cup

Kemampuan mengolah rasa dan gagasan ke dalam rangkaian kata yang bermakna mengantarkan Silmi Multazamah D., mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meraih Juara 3 Kepenulisan Puisi dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas mahasiswa FPP mampu berkembang dan bersaing melalui karya sastra yang inspiratif. Bagi Silmi, menulis puisi merupakan cara untuk mengekspresikan pemikiran, pengalaman, dan perasaan melalui bahasa yang indah dan penuh makna. Dalam proses persiapan lomba, ia menghabiskan banyak waktu untuk menyusun, mengevaluasi, dan menyempurnakan karyanya agar mampu menyampaikan pesan yang kuat kepada pembaca. Perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu mudah. Berbagai revisi dan penyempurnaan dilakukan untuk menghasilkan karya terbaik. Namun, melalui dukungan dari lingkungan LSO Jalu dan proses pembinaan yang dijalani, Silmi mampu meningkatkan kualitas tulisannya secara bertahap. Silmi mengaku merasa terharu ketika namanya diumumkan sebagai salah satu pemenang. Baginya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap proses panjang yang telah dilalui selama menulis dan mengembangkan karya. “Saya bersyukur karena karya yang saya tulis dapat memperoleh penghargaan. Pengalaman ini memberikan semangat baru bagi saya untuk terus belajar dan berkarya di bidang sastra,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembina Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., serta seluruh keluarga besar LSO Jalu yang selalu memberikan dukungan selama proses persiapan perlombaan berlangsung. Ketua Umum LSO Jalu, Anggita Ameliana, turut mengapresiasi capaian yang diraih para anggota. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras individu yang didukung oleh budaya belajar dan saling mendukung yang terus dibangun di lingkungan LSO Jalu. Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di berbagai ajang Melalui prestasi yang diraih, Silmi berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengekspresikan ide dan gagasannya melalui karya sastra. Menurutnya, menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga tentang membangun keberanian untuk menyampaikan suara dan perspektif kepada dunia.

Dari Gagasan Menjadi Naskah Berprestasi: Neza Indira Pratama Raih Juara 2 Kepenulisan Lakon

Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Neza Indira Pratama berhasil meraih Juara 2 Kepenulisan Lakon dalam ajang Rector Cup melalui karya yang menunjukkan kreativitas, ketajaman ide, serta kemampuan dalam membangun alur cerita yang menarik. Bagi Neza, menulis lakon merupakan proses yang menantang sekaligus menyenangkan. Ia harus mampu membangun konflik, karakter, dan dialog yang kuat agar cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca maupun calon penampilnya. Berbagai proses eksplorasi ide dan revisi dilakukan untuk menghasilkan karya yang matang. Sebagai anggota LSO Jalu, Neza mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya melalui berbagai kegiatan pembinaan dan diskusi karya. Proses tersebut membantunya melihat tulisannya dari berbagai sudut pandang sehingga mampu menghadirkan karya yang lebih berkualitas. Rasa bahagia dan bangga dirasakan Neza ketika mengetahui dirinya berhasil meraih juara kedua. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas seluruh usaha yang telah dilakukan selama masa persiapan lomba. “Saya merasa sangat senang karena karya yang saya tulis mendapatkan apresiasi yang baik. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik di masa mendatang,” tuturnya. Neza juga mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan teman-teman LSO Jalu serta arahan dari dosen pembina yang selalu mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan mengembangkan potensi diri. Melalui capaian ini, Neza berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia seni dan sastra serta menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Ia percaya bahwa setiap ide memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi karya yang bernilai ketika diiringi dengan kemauan untuk terus belajar.

Menuturkan Makna Lewat Puisi, Eka Retno Setyo Winarti Persembahkan Prestasi untuk FPP UMM

Kecintaan terhadap dunia sastra kembali membawa mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih prestasi membanggakan. Dalam ajang Rector Cup, Eka Retno Setyo Winarti berhasil meraih Juara 2 Baca Puisi Putri, membuktikan kemampuannya dalam menghidupkan makna puisi melalui penampilan yang penuh penghayatan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang konsisten dan penuh kesungguhan. Sebelum tampil dalam perlombaan, Eka bersama anggota LSO Jalu menjalani berbagai sesi pembinaan yang berfokus pada teknik pembacaan puisi, pengaturan intonasi, ekspresi wajah, hingga penguasaan panggung. Menurut Eka, tantangan terbesar dalam membaca puisi adalah menyampaikan emosi dan pesan kepada audiens tanpa menghilangkan karakter asli karya yang dibawakan. Oleh karena itu, ia berusaha memahami setiap bait secara mendalam agar mampu menyampaikan puisi dengan lebih hidup dan menyentuh. Perasaan bahagia bercampur haru dirasakan Eka saat mengetahui dirinya berhasil meraih posisi kedua. Ia mengaku tidak menyangka dapat memperoleh hasil tersebut mengingat ketatnya persaingan yang dihadapi selama perlombaan. “Saya sangat bersyukur atas hasil yang diperoleh. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam berlatih merupakan kunci penting untuk berkembang,” ungkapnya. Eka menilai bahwa dukungan dari teman-teman LSO Jalu dan arahan dari dosen pembina menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya. Berbagai masukan yang diberikan selama proses latihan membantunya meningkatkan kualitas penampilan dan rasa percaya diri saat berada di atas panggung. Melalui prestasi ini, Eka berharap dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang sastra sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk berani mengeksplorasi potensi yang dimiliki. Baginya, setiap kesempatan untuk berkarya merupakan ruang untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Dari Lembar Puisi ke Puncak Prestasi: M. Choirul Anwar Taklukkan Panggung Rector Cup

Dedikasi dan kecintaan terhadap dunia sastra mengantarkan M. Choirul Anwar, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meraih Juara 1 Baca Puisi Putra dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian membanggakan yang berhasil dipersembahkan oleh LSO Jalu, organisasi mahasiswa yang mewadahi minat dan bakat di bidang seni dan sastra. Keberhasilan yang diraih Choirul bukanlah hasil yang datang secara instan. Di balik penampilannya yang memukau di atas panggung, terdapat proses latihan yang panjang dan penuh komitmen. Bersama anggota LSO Jalu lainnya, ia menjalani berbagai sesi pembinaan yang berfokus pada teknik vokal, penghayatan makna puisi, pengendalian ekspresi, hingga kemampuan membangun koneksi emosional dengan penonton. Menurut Choirul, membaca puisi bukan sekadar melafalkan rangkaian kata, tetapi juga menyampaikan pesan dan perasaan yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, ia berupaya memahami setiap makna yang tersirat dalam karya yang dibawakannya agar dapat menghadirkan penampilan yang autentik dan berkesan. Rasa haru dan bahagia tak dapat disembunyikan ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama. Ia mengaku sempat merasa gugup selama perlombaan karena harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai fakultas. Namun, seluruh kerja keras yang telah dilakukan akhirnya terbayarkan dengan hasil yang membanggakan. “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih juara pertama. Semua proses latihan, evaluasi, dan masukan yang saya terima selama persiapan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman LSO Jalu yang selalu memberikan dukungan,” ungkapnya. Choirul juga menyampaikan apresiasinya kepada dosen pembina LSO Jalu, Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., yang senantiasa memberikan motivasi serta dukungan selama proses persiapan kompetisi berlangsung. Baginya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa lingkungan yang suportif dan pembinaan yang konsisten mampu mendorong mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Melalui capaian tersebut, Choirul berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan potensi diri di bidang nonakademik. Ia meyakini bahwa setiap mahasiswa memiliki ruang untuk berkarya dan berprestasi selama mau berproses, belajar, serta terus mengasah kemampuan yang dimiliki. Prestasi yang diraih M. Choirul Anwar tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menambah deretan capaian membanggakan bagi Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni dan sastra tetap memiliki tempat penting dalam membentuk mahasiswa yang kreatif, percaya diri, dan berdaya saing.

Ketika Cerita Menjadi Juara: Niha Aina Harumkan Nama FPP UMM di Ajang Rector Cup

Kemampuan merangkai ide menjadi sebuah cerita yang utuh dan bermakna mengantarkan Niha Aina, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meraih Juara 1 Kepenulisan Cerpen dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan literasi mahasiswa FPP mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaik di tingkat universitas. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses panjang yang harus dilalui. Sebagai anggota LSO Jalu, Niha aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kepenulisan yang diselenggarakan organisasi. Diskusi karya, proses revisi, hingga evaluasi bersama menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kualitas tulisan yang akhirnya berhasil mengantarkannya menjadi juara. Menurut Niha, menulis cerpen bukan hanya tentang menyusun alur cerita yang menarik, tetapi juga menghadirkan pesan yang dapat dirasakan pembaca. Ia mengaku menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan ide, memperbaiki struktur cerita, serta memperkuat karakter dalam naskah yang dilombakan. Saat pengumuman pemenang, rasa haru dan tidak percaya menyelimuti dirinya. Niha mengaku sempat meragukan hasil yang akan diperoleh karena banyaknya karya berkualitas yang turut berkompetisi. Namun, kerja keras yang selama ini dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. “Saya merasa sangat bersyukur karena kesempatan ini menjadi bukti bahwa proses yang dijalani tidak pernah sia-sia. Kemenangan ini memberikan motivasi bagi saya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan menulis,” ujarnya. Niha juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembina LSO Jalu, Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., serta seluruh rekan organisasi yang senantiasa memberikan masukan, semangat, dan ruang untuk berkembang. Menurutnya, lingkungan yang mendukung menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan diri untuk berkarya. Ke depan, Niha berharap dapat terus menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga mampu memberikan inspirasi bagi pembacanya. Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menyalurkan gagasan dan kreativitasnya melalui dunia kepenulisan.

Mahasiswa FPP UMM Torehkan Prestasi Gemilang pada Ajang Rector Cup melalui LSO Jalu

Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa yang tergabung dalam LSO Jalu, organisasi kemahasiswaan yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat di bidang seni dan sastra. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FPP tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang seni dan literasi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, anggota LSO Jalu berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya pada berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan dalam Rector Cup. Adapun prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa FPP melalui LSO Jalu antara lain: Juara 1 Baca Puisi Putra diraih oleh M. Choirul Anwar. Juara 1 Kepenulisan Cerpen diraih oleh Niha Aina. Juara 2 Baca Puisi Putri diraih oleh Eka Retno Setyo Winarti. Juara 2 Kepenulisan Lakon diraih oleh Neza Indira Pratama. Juara 3 Kepenulisan Puisi diraih oleh Silmi Multazamah D. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta komitmen para mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan di bidang seni pertunjukan dan sastra. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya dosen pembina LSO Jalu, Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa. Melalui capaian ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan potensi diri serta berani menunjukkan karya dan kreativitasnya melalui berbagai ajang kompetisi. LSO Jalu pun berkomitmen untuk terus menjadi ruang pengembangan bakat seni dan sastra yang mampu melahirkan prestasi-prestasi membanggakan bagi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang.

Tiga Ormawa FPP UMM Borong Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujud Nyata Inovasi Berbasis Masyarakat

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan diri sebagai salah satu motor penggerak inovasi mahasiswa di tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, tiga organisasi kemahasiswaan yang bernaung di bawah FPP sekaligus berhasil meloloskan proposalnya dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa, Kemendiktisaintek. Ketiga ormawa tersebut adalah Badan Eksekutif Mahasiswa FPP (BEM FPP), Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HIMAGRI), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HIMATEKPA). Capaian ini sekaligus menjadikan UMM sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Malang Raya yang berhasil lolos dalam program pendanaan bergengsi tersebut dan sebagian besar kontribusinya datang dari FPP. Keberhasilan ini tidak lahir begitu saja. Jauh sebelum seleksi nasional dibuka, UMM telah menjalankan mekanisme seleksi internal yang sangat kompetitif. Dari ratusan mahasiswa yang mendaftar, hanya sepuluh tim terbaik yang berhasil masuk ke tahap karantina sebuah program pembinaan intensif bersama para ahli, di mana setiap proposal dikritisi, diuji kelayakannya, dan dipastikan tidak sekadar unggul secara akademis, tetapi juga realistis untuk dieksekusi langsung di lapangan. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., menyebut bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada pendampingan yang tidak pernah putus. “Kami memastikan mahasiswa tidak dilepas begitu saja. Pendampingan komprehensif kami berikan sejak tahap awal penyusunan proposal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masa karantina menjadi titik krusial di mana gagasan-gagasan mentah para mahasiswa benar-benar ditempa. “Di masa karantina inilah seluruh gagasan mereka digembleng dan dimantapkan secara intensif, sehingga inovasi yang dibawa tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif dan siap dieksekusi di desa,” tegasnya. Ketiga program yang lolos dari FPP masing-masing membidik persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pedesaan. HIMAGRI mengusung program CRAFT-HUB, sebuah platform berbasis digital marketing yang dirancang untuk membantu pengrajin mendong di Desa Blayu memperluas jangkauan pasar mereka secara digital. BEM FPP hadir dengan inovasi Smart Multifunctional Fermentor berbasis teknologi karbonasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pascapanen petani kopi di Desa Klampok. Sementara HIMATEKPA membawa teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengembangan kawasan eduwisata herbal di Desa Sukolelo. Ary Bakhtiar menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang dengan orientasi dampak jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sesaat. “Secara garis besar, inovasi yang diterapkan adalah kita tidak hanya membantu membranding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan dari program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” ungkapnya. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., turut menyampaikan apresiasinya sekaligus memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa yang terlibat agar tidak larut dalam euforia keberhasilan awal. Baginya, lolosnya proposal ini baru merupakan pembukaan dari perjalanan panjang pengabdian yang sesungguhnya. “Pendampingan yang berkesinambungan menjadikan program ini tidak hanya sekadar lolos seleksi dan didanai. Lebih dari itu, bagaimana nanti program ini sangat berdampak pada masyarakat, utamanya bagi keberlanjutan usaha yang ada di lingkungan yang di-support oleh Belmawa dan juga UMM,” pungkasnya. Dengan tiga ormawa sekaligus yang berhasil menembus seleksi nasional, FPP UMM sekali lagi mempertegas posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat di luar kampus.

Fermentor Cerdas hingga Kebun Herbal Berbasis IoT: Mahasiswa FPP Jawab Tantangan Nyata di Desa

Tiga organisasi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM resmi mendapat pendanaan nasional PPK Ormawa 2026 dari Belmawa Kemendiktisaintek. Bukan sekadar proposal di atas kertas masing-masing program dirancang untuk menjawab masalah konkret yang selama ini dihadapi masyarakat pedesaan. BEM FPP UMM membawa inovasi Smart Multifunctional Fermentor alat fermentasi cerdas berbasis teknologi karbonasi yang memungkinkan petani kopi di Desa Klampok menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten dan berdaya saing tinggi di pasar kopi spesialti. HIMAGRI menjawab tantangan pemasaran pengrajin mendong di Desa Blayu lewat program CRAFT-HUB. Program ini membangun ekosistem digital marketing agar produk kerajinan lokal bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Sementara HIMATEKPA memanfaatkan teknologi IoT untuk mengembangkan kawasan eduwisata herbal di Desa Sukolelo mengubah lahan herbal biasa menjadi destinasi belajar yang interaktif dan berbasis data. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., menegaskan bahwa seluruh program sengaja dirancang berorientasi dampak jangka panjang. “Kita tidak hanya membantu membranding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” ujarnya. Dengan tiga ormawa sekaligus yang lolos seleksi nasional, FPP UMM mempertegas perannya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Mahasiswa Agribisnis FPP UMM Raih Prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lukman Hakim Arifin, mahasiswa Program Studi Agribisnis, berhasil meraih penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) di bidang kewirausahaan Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Agribisnis tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan inovasi dan pengembangan diri di bidang kewirausahaan. Prestasi yang diraih menunjukkan semangat kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan mahasiswa dalam menciptakan kontribusi nyata melalui bidang usaha dan pengembangan potensi diri. Penghargaan Mahasiswa Berprestasi menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang mampu menunjukkan pencapaian akademik maupun non-akademik secara seimbang. Keberhasilan Lukman diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang dan berani menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. FPP UMM memberikan apresiasi atas prestasi tersebut dan berharap capaian ini dapat memperkuat semangat mahasiswa dalam berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta institusi.

Radea Pijar Ramadhan Buktikan Mahasiswa Agroteknologi Mampu Berprestasi di Dunia Olahraga

Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Radea Pijar Ramadhan, kembali membawa kebanggaan bagi kampus melalui prestasinya di bidang olahraga karate. Mahasiswa angkatan 2024 tersebut dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang International KWU Senshi yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Prestasi yang diraih Radea menjadi gambaran nyata bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara seimbang antara akademik dan non-akademik. Dedikasi serta latihan yang konsisten menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya hingga mampu tampil di tingkat internasional. Keberhasilan ini juga menunjukkan dukungan lingkungan akademik FPP UMM terhadap pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang. Tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, mahasiswa juga didorong untuk aktif berprestasi dan mengembangkan kemampuan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Melalui capaian tersebut, FPP UMM berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk berani berkompetisi dan membawa nama baik universitas dalam berbagai ajang nasional maupun internasional.