Humas FPP UMM Raih Predikat Humas Terbaik Tingkat Fakultas
Prestasi membanggakan kembali diraih Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui capaian Dosen FPP, Padhina Pangestika, S.P., M.P., yang berhasil meraih penghargaan sebagai Humas Terbaik tingkat fakultas. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam pengelolaan komunikasi serta publikasi informasi di lingkungan fakultas. Peran humas memiliki posisi strategis dalam membangun citra institusi, menyampaikan informasi, serta memperkuat hubungan antara fakultas dengan masyarakat luas. Melalui berbagai publikasi kegiatan akademik, prestasi mahasiswa, hingga pencapaian dosen, Humas FPP UMM dinilai mampu menghadirkan informasi yang aktif, informatif, dan inspiratif. Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen FPP UMM dalam mengembangkan sistem komunikasi publik yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan media digital. Berbagai inovasi publikasi dan pengelolaan media sosial menjadi bagian penting dalam mendukung penyebaran informasi fakultas secara lebih luas. Dengan capaian tersebut, diharapkan Humas FPP UMM dapat terus berkembang dan menghadirkan berbagai informasi positif yang mampu memperkuat branding fakultas serta mendukung pengembangan institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional di FPP UMM Dihiasi Apresiasi untuk Dosen dan Mahasiswa Berprestasi
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan penuh semangat dan makna. Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi pentingnya pendidikan, tetapi juga diwarnai dengan pemberian berbagai penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi di lingkungan FPP UMM. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi fakultas terhadap civitas akademika yang telah menunjukkan dedikasi, prestasi, dan kontribusi dalam bidang akademik maupun non-akademik. Penghargaan diberikan kepada dosen dan mahasiswa yang aktif mengembangkan inovasi, penelitian, prestasi kompetisi, hingga kontribusi dalam pengembangan fakultas. Momentum Hardiknas juga menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik semata, tetapi juga tentang bagaimana individu mampu berkembang, berpikir kritis, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dikembangkan di lingkungan FPP UMM. Melalui kegiatan ini, FPP UMM berharap budaya apresiasi dan semangat berprestasi dapat terus tumbuh di kalangan dosen maupun mahasiswa. Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum untuk terus bergerak maju dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berdampak.
Dosen FPP UMM Dr. Hariyadi Emban Amanah Baru di Pusat Pengembangan Bioteknologi
Prestasi dan kontribusi akademik kembali ditunjukkan oleh dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dr. Hariyadi, S.Pi., M.Si. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Pusat Pengembangan Bioteknologi UMM. Penunjukan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengalaman beliau dalam bidang akademik dan penelitian. Bioteknologi sendiri menjadi salah satu bidang yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam mendukung inovasi di berbagai sektor, termasuk pangan, lingkungan, kesehatan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Sebagai Sekretaris Pusat Pengembangan Bioteknologi, Dr. Hariyadi diharapkan mampu mendukung penguatan program riset, pengembangan inovasi, serta kolaborasi ilmiah yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran pusat pengembangan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya akademik berbasis penelitian dan inovasi di UMM. FPP UMM menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas amanah yang diberikan kepada Dr. Hariyadi. Diharapkan pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Hadir dari Malang, FPP UMM Tampilkan Inovasi Lingkungan dalam Pameran Poster Bestari Saintek 2026
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan solusi berbasis lingkungan melalui partisipasi pada Pameran Poster Program Bestari Saintek 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Graha Dikti, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajang bagi akademisi untuk menampilkan inovasi dan hasil penelitian yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam pameran tersebut, dosen Program Studi Kehutanan FPP UMM, Dr. Ir. Nugroho Tri W., M.P., mempresentasikan inovasi mengenai model peningkatan penyerapan karbon di Kabupaten Malang. Program tersebut menjadi salah satu bentuk solusi berbasis sains dan teknologi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan persoalan karbon. Partisipasi FPP UMM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen civitas akademika untuk terus menghadirkan penelitian yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Melalui program Living Lab, penelitian diharapkan dapat terintegrasi dengan implementasi serta pengembangan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Mengusung semangat “Hadir dari Malang, Berkontribusi untuk Dunia”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi dari perguruan tinggi daerah mampu memberikan kontribusi pada isu global, khususnya dalam bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Mahasiswa FPP UMM Tunjukkan Inovasi Lewat Keberhasilan di PPK Ormawa 2026
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan empat organisasi mahasiswa yang lolos seleksi akhir Subproposal PPK Ormawa 2026. Keberhasilan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi. Empat organisasi mahasiswa yang berhasil lolos terdiri dari HIMATEKPA, HIPOTESA FPP UMM, BEM FPP UMM, dan HIMAGRI. Program-program yang diajukan mengangkat berbagai isu strategis terkait pengembangan desa, pemberdayaan masyarakat, inovasi pertanian, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat. Pendekatan kolaboratif dan inovatif menjadi nilai utama dalam pengembangan proposal yang diajukan. FPP UMM terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak positif melalui program-program kemahasiswaan yang berkelanjutan.
Dosen Kehutanan FPP UMM Kembangkan Model Penyerapan Karbon untuk Solusi Lingkungan di Kabupaten Malang
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan solusi lingkungan melalui Program Bestari Saintek 2025–2026. Salah satu program yang dikembangkan adalah model peningkatan penyerapan karbon di Kabupaten Malang yang digagas oleh dosen Program Studi Kehutanan, Dr. Ir. Nugroho Tri W., M.P. Program ini hadir sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya persoalan emisi karbon yang berdampak pada lingkungan. Melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi, model tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyerapan karbon melalui pengelolaan ekosistem yang lebih berkelanjutan. Kabupaten Malang dipilih karena memiliki potensi sumber daya alam dan kawasan lingkungan yang mendukung implementasi program penyerapan karbon. Tidak hanya berfokus pada aspek penelitian, program ini juga diarahkan untuk menghasilkan kebijakan dan langkah aplikatif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi nyata terhadap isu lingkungan global. FPP UMM terus berkomitmen mendukung pengembangan inovasi yang mampu memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.
Dosen Kehutanan FPP UMM Raih Pendanaan Program Bestari Saintek 2025–2026
Prestasi akademik kembali diraih dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Kehutanan berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Tahun 2025–2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan riset dan inovasi berbasis lingkungan. Program Bestari Saintek merupakan salah satu program pendanaan yang berfokus pada penguatan riset, inovasi, dan pengembangan solusi berbasis sains dan teknologi untuk mendukung keberlanjutan ekosistem hidup. Keberhasilan dosen Kehutanan FPP UMM dalam memperoleh pendanaan tersebut menjadi bukti kualitas akademik dan kontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pendanaan ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan penelitian dan pengembangan inovasi yang relevan dengan isu lingkungan, kehutanan, dan keberlanjutan sumber daya alam. Selain itu, program ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Melalui capaian tersebut, FPP UMM terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya riset yang produktif dan berdampak bagi masyarakat. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat peran Program Studi Kehutanan dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis lingkungan dan teknologi.
Prodi Agroteknologi FPP UMM Berikan Dukungan Penuh untuk Keberangkatan Radea ke Jepang
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan dukungan penuh kepada Radea Pijar Ramadhan, mahasiswa angkatan 2024 yang akan mewakili Indonesia dalam ajang International KWU Senshi di Tokyo, Jepang. Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa yang mampu membawa nama baik kampus hingga tingkat internasional. Keberangkatan Radea dinilai sebagai capaian yang membanggakan bagi Program Studi Agroteknologi. Selain aktif dalam kegiatan akademik, Radea juga menunjukkan dedikasi tinggi di bidang olahraga karate hingga mampu bersaing di level internasional. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Agroteknologi memiliki potensi yang luas dalam berbagai bidang pengembangan diri. Dukungan dari program studi tidak hanya diberikan dalam bentuk apresiasi moral, tetapi juga melalui motivasi dan semangat agar mahasiswa mampu tampil maksimal selama mengikuti kompetisi di Jepang. Prodi Agroteknologi berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi pengembangan karakter, mental, serta kemampuan kompetitif mahasiswa. Melalui keberangkatan ini, FPP UMM terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik. Prestasi yang diraih Radea diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani melangkah dan mengharumkan nama universitas di tingkat nasional maupun internasional.
Ikan Sapu- Sapu Mengganas, Pakar UMM Ingatkan Dampaknya
Fenomena meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di berbagai perairan Indonesia kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Spesies yang dulu dikenal sebagai “pembersih akuarium” ini justru berkembang menjadi ancaman nyata bagi keseimbangan ekosistem air tawar. Di balik bentuknya yang tampak pasif, ikan ini menyimpan kemampuan adaptasi luar biasa yang membuatnya mampu mendominasi habitat baru dengan cepat. Menurut Rindya Ferry Indrawan, dosen sekaligus pakar perikanan dari Universitas Muhammadiyah Malang, keberadaan ikan sapu-sapu telah masuk kategori spesies invasif yang berpotensi merusak struktur ekologi secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa proses kerusakan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan yang saling berkaitan dan memperkuat satu sama lain. Tahap pertama terlihat dari persaingan sumber pakan. Ikan sapu-sapu mengonsumsi alga dan mikroorganisme dasar yang seharusnya menjadi sumber makanan utama bagi ikan lokal. Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu ketidakseimbangan rantai makanan, karena spesies asli kehilangan akses terhadap nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Tidak berhenti di situ, dominasi ikan sapu-sapu juga diperparah oleh kemampuan reproduksi yang tinggi. Populasi mereka meningkat pesat hingga mampu menguasai biomassa perairan. Fenomena ini bahkan menyerupai kondisi “krisis ekologis” di beberapa wilayah, di mana keberadaan ikan lokal mulai tergeser secara signifikan. Kerusakan semakin kompleks ketika perilaku alami ikan ini turut mengubah kondisi fisik lingkungan. Kebiasaan menggali dasar perairan dan tepian sungai menyebabkan erosi serta merusak area pemijahan ikan lain. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh biota air, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas lingkungan sekitar, termasuk pendangkalan sungai dan kerusakan struktur tepian. Keunggulan adaptasi ikan sapu-sapu menjadi faktor kunci sulitnya pengendalian populasi. Spesies ini mampu bertahan dalam kondisi oksigen rendah, memiliki lapisan tubuh keras, serta duri pelindung yang membuatnya tidak mudah dimangsa predator alami. Bahkan dalam kondisi lingkungan yang kurang ideal sekalipun, ikan ini tetap mampu berkembang biak dengan efektif. Lebih mengkhawatirkan lagi, ikan sapu-sapu juga bersifat oportunistik dalam mencari makan. Selain mengonsumsi alga, mereka diketahui memangsa telur dan larva ikan lain. Kondisi ini secara langsung mengancam regenerasi populasi ikan endemik, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan drastis bahkan potensi kepunahan lokal. Meski demikian, di tengah ancaman yang ditimbulkan, muncul pendekatan alternatif yang mencoba melihat sisi lain dari keberadaan ikan ini. Salah satunya adalah pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan pakan ternak berprotein tinggi. Gagasan ini dinilai dapat menjadi solusi ganda, yaitu menekan populasi sekaligus memberikan nilai ekonomi. Namun, Rindya Ferry Indrawan menegaskan bahwa pemanfaatan tersebut tidak cukup jika berdiri sendiri. Diperlukan langkah terpadu seperti penangkapan massal, pengelolaan populasi, serta restocking ikan lokal untuk memulihkan keseimbangan ekosistem. Tanpa intervensi yang terencana, dominasi ikan sapu-sapu dikhawatirkan akan terus meluas. Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam ekosistem dapat membawa dampak besar jika tidak dikendalikan sejak awal. Ikan sapu-sapu mungkin terlihat sepele, tetapi keberadaannya telah menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam sangat rentan terhadap spesies invasif yang tidak terkendali.
Dosen Peternakan FPP UMM Raih Paten Invensi untuk Inovasi Kultur Bakteri Lignokloritik
Prestasi membanggakan kembali diraih Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Peternakan, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., berhasil memperoleh paten invensi atas inovasi berjudul “Proses Pembuatan Kultur Bakteri Lignokloritik untuk Pembenah Tanah”. Capaian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi FPP UMM dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang memiliki manfaat bagi sektor pertanian dan lingkungan. Inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi solusi dalam mendukung pengelolaan tanah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Perolehan paten invensi tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam bidang penelitian, tetapi juga mencerminkan komitmen dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat. Pengembangan inovasi seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian dan peternakan. FPP UMM memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut dan berharap inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta menginspirasi lahirnya penelitian dan inovasi lainnya di lingkungan akademik.