Edupark UMM Jadi Lokasi Riset Nasional, FPP UMM Perkuat Peran sebagai Pusat Kolaborasi Agribisnis Perguruan Tinggi

Edupark Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan perannya sebagai laboratorium hidup yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga strategis sebagai lokasi riset nasional. Melalui Program Hibah Riset Mahasiswa Berdampak (HRMB) Tahun 2026, Edupark UMM resmi dipercaya sebagai lokasi penelitian bertema Agribisnis UMKM Peternakan Ayam Petelur sebuah pengakuan nyata atas kesiapan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki Fakultas Pertanian-Peternakan UMM (FPP UMM) dalam mendukung riset berkualitas tinggi. Kepercayaan ini lahir dari kolaborasi yang telah terjalin selama empat tahun antara Program Studi Agribisnis FPP UMM dan Program Studi Agribisnis Universitas Udayana, yang secara konsisten menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional serta buku penelitian bersama. Kepala Edupark UMM, Ilmam Zul Fahmi, S.P., M.Sc., menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam menyediakan fasilitas, lokasi, dan seluruh sumber daya yang dibutuhkan demi kelancaran riset yang dijadwalkan berlangsung dari Juni hingga September 2026. Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., menegaskan bahwa dipercayanya Edupark UMM sebagai lokasi riset nasional merupakan bukti konkret dari kualitas dan reputasi yang telah dibangun Program Studi Agribisnis UMM selama bertahun-tahun. Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menambahkan bahwa peran FPP UMM sebagai tuan rumah kolaborasi riset ini merupakan wujud nyata komitmen fakultas dalam mendorong sinergi antarperguruan tinggi yang berdampak luas tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat dan sektor peternakan Indonesia secara keseluruhan. Melalui program ini, FPP UMM menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak sekadar menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan ilmu agribisnis di tingkat nasional selaras dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi landasan seluruh gerak langkah FPP UMM.

FPP UMM dan Universitas Udayana Resmi Perkuat Komitmen Kolaborasi Lewat Penandatanganan MoA dan IA

Sebuah komitmen yang telah dirawat selama empat tahun akhirnya kembali diperbarui dan diperkuat. Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP UNUD) resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) pada Jumat, 5 Juni 2026, di Ruang Sidang FPP UMM. Bersamaan dengan itu, Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Agribisnis UMM dan Program Studi Agribisnis UNUD turut ditandatangani sebagai penegasan konkret dari kerja sama yang telah lama terjalin. Bukan tanpa alasan penandatanganan ini terasa istimewa. Selama empat tahun perjalanan kolaborasi, kedua institusi telah bersama-sama menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, serta buku penelitian bersama yang menjadi bukti nyata produktivitas kemitraan ini. Pencapaian tersebut menjadi landasan kuat mengapa kedua pihak sepakat untuk tidak hanya melanjutkan, tetapi juga memperluas cakupan kerja sama ke depannya. Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menyampaikan apresiasi mendalam atas keberlanjutan kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa kerja sama yang telah terjalin tidak boleh berhenti hanya pada tataran penelitian, melainkan harus merambah ke bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Wakil Dekan I, Mochammad Wachid, S.TP., M.Sc., Ph.D., menambahkan bahwa jejaring akademik antarperguruan tinggi seperti ini merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya akan terasa langsung, baik bagi kualitas ilmu pengetahuan maupun kesejahteraan masyarakat. Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Dekan II, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.P., yang mendorong agar kerja sama ini terus berkembang, mencakup pengembangan akademik, riset, hingga peningkatan kapasitas mahasiswa dari kedua institusi. Dari pihak Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ketut Budi Susrusa, M.S. dan Dr. Ir. Gede Mekse Korri Arisena, S.P., M.Agb., IPM. menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang selalu diberikan FPP UMM. Keduanya menegaskan bahwa luaran-luaran berharga yang telah dihasilkan bersama menjadi bukti kuat bahwa kemitraan ini tidak hanya layak untuk dilanjutkan, tetapi juga untuk terus dikembangkan lebih jauh. Melalui penandatanganan MoA dan IA ini, kedua institusi berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat menjadi model kemitraan antarperguruan tinggi yang berdampak nyata, tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi juga bagi kemajuan sektor pertanian dan agribisnis Indonesia secara keseluruhan.

Tiga Ormawa FPP UMM Borong Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujud Nyata Inovasi Berbasis Masyarakat

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan diri sebagai salah satu motor penggerak inovasi mahasiswa di tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, tiga organisasi kemahasiswaan yang bernaung di bawah FPP sekaligus berhasil meloloskan proposalnya dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa, Kemendiktisaintek. Ketiga ormawa tersebut adalah Badan Eksekutif Mahasiswa FPP (BEM FPP), Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HIMAGRI), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HIMATEKPA). Capaian ini sekaligus menjadikan UMM sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Malang Raya yang berhasil lolos dalam program pendanaan bergengsi tersebut dan sebagian besar kontribusinya datang dari FPP. Keberhasilan ini tidak lahir begitu saja. Jauh sebelum seleksi nasional dibuka, UMM telah menjalankan mekanisme seleksi internal yang sangat kompetitif. Dari ratusan mahasiswa yang mendaftar, hanya sepuluh tim terbaik yang berhasil masuk ke tahap karantina sebuah program pembinaan intensif bersama para ahli, di mana setiap proposal dikritisi, diuji kelayakannya, dan dipastikan tidak sekadar unggul secara akademis, tetapi juga realistis untuk dieksekusi langsung di lapangan. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., menyebut bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada pendampingan yang tidak pernah putus. “Kami memastikan mahasiswa tidak dilepas begitu saja. Pendampingan komprehensif kami berikan sejak tahap awal penyusunan proposal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masa karantina menjadi titik krusial di mana gagasan-gagasan mentah para mahasiswa benar-benar ditempa. “Di masa karantina inilah seluruh gagasan mereka digembleng dan dimantapkan secara intensif, sehingga inovasi yang dibawa tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif dan siap dieksekusi di desa,” tegasnya. Ketiga program yang lolos dari FPP masing-masing membidik persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pedesaan. HIMAGRI mengusung program CRAFT-HUB, sebuah platform berbasis digital marketing yang dirancang untuk membantu pengrajin mendong di Desa Blayu memperluas jangkauan pasar mereka secara digital. BEM FPP hadir dengan inovasi Smart Multifunctional Fermentor berbasis teknologi karbonasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pascapanen petani kopi di Desa Klampok. Sementara HIMATEKPA membawa teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengembangan kawasan eduwisata herbal di Desa Sukolelo. Ary Bakhtiar menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang dengan orientasi dampak jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sesaat. “Secara garis besar, inovasi yang diterapkan adalah kita tidak hanya membantu membranding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan dari program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” ungkapnya. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., turut menyampaikan apresiasinya sekaligus memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa yang terlibat agar tidak larut dalam euforia keberhasilan awal. Baginya, lolosnya proposal ini baru merupakan pembukaan dari perjalanan panjang pengabdian yang sesungguhnya. “Pendampingan yang berkesinambungan menjadikan program ini tidak hanya sekadar lolos seleksi dan didanai. Lebih dari itu, bagaimana nanti program ini sangat berdampak pada masyarakat, utamanya bagi keberlanjutan usaha yang ada di lingkungan yang di-support oleh Belmawa dan juga UMM,” pungkasnya. Dengan tiga ormawa sekaligus yang berhasil menembus seleksi nasional, FPP UMM sekali lagi mempertegas posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat di luar kampus.

FPP UMM dan PT Bumitama Gunajaya Agro Resmi Jalin Kerja Sama, Buka Peluang Luas bagi Mahasiswa Agroteknologi dan Teknik Industri

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas jaringan kemitraannya dengan dunia industri. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Bumitama Gunajaya Agro, UMM secara resmi membangun fondasi kerja sama strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata industri kelapa sawit nasional, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Teknik Industri. Penandatanganan MoU berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026, di Aula BAU UMM, bersamaan dengan pelaksanaan Kuliah Tamu Center of Excellence (COE) Sawit. Kehadiran PT Bumitama Gunajaya Agro bukan hanya sebagai tamu undangan, melainkan sebagai mitra yang memiliki visi selaras dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk sektor agribisnis dan perkebunan Indonesia. Lingkup kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan dan penelitian, pengembangan kompetensi mahasiswa, program magang, hingga rekrutmen lulusan yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan kata lain, MoU ini bukan sekadar dokumen formal  melainkan peta jalan konkret bagi mahasiswa FPP untuk mendapatkan akses langsung ke salah satu perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia. Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., yang turut hadir membuka rangkaian kegiatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini merupakan bagian dari komitmen UMM untuk terus mendekatkan mahasiswa dengan realitas industri sejak dini. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori di dalam kelas, tetapi juga harus memiliki pemahaman praktis dan jaringan profesional yang kuat sebelum terjun ke dunia kerja. Ke depan, UMM dan PT Bumitama Gunajaya Agro berharap kerja sama ini dapat terus tumbuh dan berkembang. Bagi FPP, kemitraan ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan Agroteknologi dan Teknik Industri UMM disiapkan bukan hanya untuk lulus, tetapi untuk benar-benar siap bersaing dan berkontribusi di industri kelapa sawit yang terus berkembang pesat.

Praktisi PT Bumitama Gunajaya Agro Berbagi Wawasan di Kuliah Tamu COE Sawit FPP UMM

Tidak semua ilmu bisa ditemukan di buku teks. Menyadari hal itulah, Center of Excellence (COE) Sawit Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan langsung para praktisi industri ke hadapan mahasiswa melalui Kuliah Tamu bertajuk “Level Up Your Career: Peluang Kerja dan Masa Depan Industri Sawit” yang digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, di Aula BAU UMM. Dua narasumber utama hadir dari PT Bumitama Gunajaya Agro salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di Indonesia. Agus Sutrisno, S.P., M.M., selaku HC & OSM Director, dan Endro Prastowo selaku Managing Director Operation 2, berbagi pengalaman dan pandangan mereka secara langsung kepada para mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup gambaran nyata tentang dinamika industri kelapa sawit saat ini, kompetensi apa yang paling dicari perusahaan, hingga bagaimana mahasiswa bisa mempersiapkan diri agar benar-benar siap bersaing ketika lulus nanti. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., dan dimoderatori oleh Dr. Ir. Agus Zainudin, M.P., selaku Ketua Program Studi Agroteknologi. Forum ini menjadi ruang dialog yang produktif  mahasiswa tidak hanya duduk mendengar, tetapi juga mendapatkan gambaran jelas tentang bagaimana industri kelapa sawit memandang lulusan perguruan tinggi dan apa yang perlu mereka miliki untuk menonjol di tengah persaingan. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FPP UMM dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga berakar pada kebutuhan dan tantangan industri sesungguhnya. Melalui COE Sawit, FPP terus mendorong mahasiswanya untuk tidak sekadar mengejar nilai akademis, tetapi juga aktif membangun wawasan dan koneksi profesional sedini mungkin.

Fermentor Cerdas hingga Kebun Herbal Berbasis IoT: Mahasiswa FPP Jawab Tantangan Nyata di Desa

Tiga organisasi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM resmi mendapat pendanaan nasional PPK Ormawa 2026 dari Belmawa Kemendiktisaintek. Bukan sekadar proposal di atas kertas masing-masing program dirancang untuk menjawab masalah konkret yang selama ini dihadapi masyarakat pedesaan. BEM FPP UMM membawa inovasi Smart Multifunctional Fermentor alat fermentasi cerdas berbasis teknologi karbonasi yang memungkinkan petani kopi di Desa Klampok menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten dan berdaya saing tinggi di pasar kopi spesialti. HIMAGRI menjawab tantangan pemasaran pengrajin mendong di Desa Blayu lewat program CRAFT-HUB. Program ini membangun ekosistem digital marketing agar produk kerajinan lokal bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Sementara HIMATEKPA memanfaatkan teknologi IoT untuk mengembangkan kawasan eduwisata herbal di Desa Sukolelo mengubah lahan herbal biasa menjadi destinasi belajar yang interaktif dan berbasis data. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., menegaskan bahwa seluruh program sengaja dirancang berorientasi dampak jangka panjang. “Kita tidak hanya membantu membranding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” ujarnya. Dengan tiga ormawa sekaligus yang lolos seleksi nasional, FPP UMM mempertegas perannya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Dosen FPP UMM Padhina Pangestika S.P., M.P., Raih Penghargaan Humas Terbaik, Perkuat Citra Positif FPP UMM

Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Padhina Pangestika, S.P., M.P., berhasil meraih penghargaan sebagai Humas Terbaik tingkat fakultas. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi aktif dalam pengelolaan publikasi, komunikasi, dan penyebaran informasi di lingkungan FPP UMM. Sebagai bagian penting dalam institusi pendidikan, humas memiliki peran dalam membangun citra positif fakultas melalui berbagai media komunikasi. Berbagai kegiatan akademik, prestasi mahasiswa, penelitian dosen, hingga program fakultas berhasil dipublikasikan secara aktif dan menarik kepada masyarakat. Capaian ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun komunikasi yang efektif di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pengelolaan informasi yang baik, berbagai aktivitas dan prestasi civitas akademika dapat dikenal lebih luas serta memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi. FPP UMM memberikan apresiasi atas penghargaan yang diraih dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas publikasi serta komunikasi institusi yang profesional, kreatif, dan inovatif.

Mahasiswa Agribisnis FPP UMM Raih Prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lukman Hakim Arifin, mahasiswa Program Studi Agribisnis, berhasil meraih penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) di bidang kewirausahaan Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Agribisnis tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan inovasi dan pengembangan diri di bidang kewirausahaan. Prestasi yang diraih menunjukkan semangat kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan mahasiswa dalam menciptakan kontribusi nyata melalui bidang usaha dan pengembangan potensi diri. Penghargaan Mahasiswa Berprestasi menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang mampu menunjukkan pencapaian akademik maupun non-akademik secara seimbang. Keberhasilan Lukman diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang dan berani menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. FPP UMM memberikan apresiasi atas prestasi tersebut dan berharap capaian ini dapat memperkuat semangat mahasiswa dalam berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta institusi.

Radea Pijar Ramadhan Buktikan Mahasiswa Agroteknologi Mampu Berprestasi di Dunia Olahraga

Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Radea Pijar Ramadhan, kembali membawa kebanggaan bagi kampus melalui prestasinya di bidang olahraga karate. Mahasiswa angkatan 2024 tersebut dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang International KWU Senshi yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Prestasi yang diraih Radea menjadi gambaran nyata bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara seimbang antara akademik dan non-akademik. Dedikasi serta latihan yang konsisten menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya hingga mampu tampil di tingkat internasional. Keberhasilan ini juga menunjukkan dukungan lingkungan akademik FPP UMM terhadap pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang. Tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, mahasiswa juga didorong untuk aktif berprestasi dan mengembangkan kemampuan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Melalui capaian tersebut, FPP UMM berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk berani berkompetisi dan membawa nama baik universitas dalam berbagai ajang nasional maupun internasional.

Dosen FPP UMM Festy Putri Raih Predikat Humas Terbaik Prodi, Perkuat Publikasi Agribisnis

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh civitas akademika Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Agribisnis, Festy Putri, S.P., M.P., berhasil memperoleh penghargaan sebagai Humas Terbaik tingkat program studi atas kontribusinya dalam pengelolaan publikasi dan komunikasi institusi. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap peran aktif Humas Agribisnis dalam menyampaikan berbagai informasi terkait kegiatan akademik, prestasi mahasiswa, penelitian dosen, hingga program unggulan prodi secara kreatif dan informatif. Kehadiran humas yang aktif dinilai mampu memperkuat citra positif program studi di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana penyebaran informasi, pengelolaan humas yang baik juga berperan penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas. Melalui media digital dan publikasi yang konsisten, Program Studi Agribisnis semakin dikenal sebagai program studi yang aktif dan berkembang. FPP UMM memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dalam bidang komunikasi dan publikasi institusi yang profesional serta berdampak positif bagi pengembangan fakultas.