Membumikan Halal Bersama Mahasiswa UMM

Dengan Kurikulum Halal dan Pelatihan P3Halal Memberi 4 Manfaat dan Dampak Mendapat Pekerjaan di MBG (Oleh : Prof Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP. Ketua PS. P3Halal – UMM (Pusat Studi. Penelitian & Pengembangan Produk Halal-UMM) Malang, 14 Januari 2026 – Membangun industri halal bukan hanya soal penyediaan produk makanan halal saja, tetapi mencakup empat elemen penting, yakni barang dan jasa, infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan pemerintah. Bergotong-royong membangun ekosistem halal adalah kerja besar lintas sektor: akademisi, pelaku usaha, regulator, dan masyarakat, dimana Indeks literasi ekonomi syariah kita masih di bawah 50 persen. Pelibatan mahasiswa dalam inisiatif “Go Halal” di Indonesia sangat didorong oleh pemerintah, khususnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dengan peran utama sebagai pendamping Proses Produk Halal (P3H) dan agen literasi halal.  Mahasiswa berperan sebagai duta produk halal dan menggerakkan literasi halal di lingkungan sekitar. Tiga pilar utama yaitu civitas akademika, pemerintah, dan pelaku industri, harus bersemangat bersama dalam mengembangkan industri halal. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga diharapkan melahirkan generasi sadar halal, menjadi agen-agen pembangun ekosistem halal yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam kegiatan Inovasi dan IPTEKS, mahasiswa juga terlibat dalam aspek riset dan pengembangan teknologinya Oleh karena itu PS P3 Halal UMM secara terus menerus mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dengan aksi nyata dalam penguatan ekosistem halal di Indonesia. Bahkan menjadi Pusat Kajian Pangan Aman-Halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak Tahun 2008, telah mempunyai kurikulum 2-4 SKS pada MK manajemen Pangan Aman-halal, Manajemen Gizi Institusi Aman & Halal, pada Prodi Teknologi Pangan (sejak Tahun 2010), Agribisnis di Lingkungan Fak Pertanian_peternakan UMM, serta pada Program FAI (Ekonomi Syari’ah) dan FH (Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum) UMM. Tidaklah mengherankan beberapa alumni THP/ITP, sekarang Teknologi Pangan menjadi auditor halal, pegawai di Balai BPOM, penyelia halal pada beberapa perusahaan makanan-minuman, serta akhir-akhir ini sedang banyak dibutuhkan kompetensinya pada program baru MBG (Makan Bergizi Gratis) Bersama para ahli gizi yang masih kekurang di banyak dapur MBG seluruh wilayah Indonesia. Disamping keahlian dalam mengelola menu MBG juga dalam mendukung ekosistem pangan halal melaksanakan sertifikasi halal dapur MBG-nya. Seperti dialami oleh alumni TP Sdr. Iffi, STP yang telah membantu tim halal UMM selama hampir 2 tahun (sebagai tenaga magang alumni), dinyatakan lulus wawancara sebagai Ahli Gizi dapur MBG di daerah Banyuwangi Jawa Timur     Alumni magang halal; Pendampingan Hotel/UKM bersama LazisMu/MayBank Mahasiswa diberi media mengimplementasikan kurilukum dengan Pelatihan P3/Pendamping Proses Produk Halal bekerjasama PS. P3Halal-UMM, sehingga penguatan pemahaman dan ketrampilan dapat langsung dilaksanakan menjadi tugas pendampingan dan sertifikasi halal kepada UMKM, Hotel, café/RM dan lainnya. Selanjutnya mahasiswa diberi kesempatan dapat melanjutkannya dalam kegiatan Magang, PKL, bahkan PMM/KKN tematik halal, yang hasil pendampingan data-data UMKM tersebut dapat menjadi bahan TA/skripsinya.  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik  khusus dengan fokus pendampingan sertifikasi halal bagi UMK di daerah pedesaan atau daerah binaan, serta memberi ruang agar mahasiswa punya pengalaman praktis di lapangan. Melalui program-program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kompetensi teknis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem halal nasional dan sekaligus mahasiswa dapat menyelesaikan tugasnya hingga lulus tepat waktu. Tugas tersebut dapat dilanjutkan menjadi judul skripsinya tanpa harus melakukan penelitian lagi yang membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit. KKN Halal di Purwosari-Pasuruan; Lulus Pelatihan P3Halal (Teknologi Pangan) Program Pendamping Proses Produk Halal (P3H),  Mahasiswa dilatih dan direkrut untuk menjadi pendamping yang membantu Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam memperoleh sertifikasi halal secara gratis (program SEHATI); Mengedukasi pelaku UMK tentang pentingnya sertifikasi halal dan manfaatnya bagi bisnis mereka; Membantu UMK mempersiapkan dokumen dan data yang diperlukan untuk pengajuan sertifikasi melalui sistem, serta Memberikan bimbingan dalam penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) di lokasi produksi. PS P3 Halal UMM bersama MK terkait melakukan kegiatan intregrasi-kolaboratif, mahasiswa yang telah berhasil meloloskan Seritifkat Halal UKM yang didampingi hasil kegiatan pelartihan, akan dibebaskan dari kegiatan UAS berhasil memperoleh nilai A, dan bisa menjadi tema bahan Tugas akhir agar mahasiswa lulus tepat waktu, dan melanjutkan dengan riset sosial mengalanlisis hasil tuitik kritis keharamannya produk UKM yang didampinginya. Dari sebanyak 90 mahasiswa, dalam tempo 4 minggu 14 orang telah berhasil menuntaskan tugas terstruktur, hingga ada 6 mahasiswa sukses membantu mengawal UKM hingga terbit Sertifikat Halal produknya, antara lain : 7 Minuman Bu Neneng sengkaling;  Bumbu pecel Bu Romlah Singosari Malang, dan Dimsun Littlebite. Agen Perubahan dan Literasi: Mahasiswa, sebagai generasi muda yang dominan, dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) yang efektif untuk menyebarluaskan informasi dan gaya hidup halal di masyarakat. Mahsiswa juga diharapkan sebagai penggerak gaya hidup Halal, mendorong kesadaran konsumsi produk halal di kalangan milenial dan masyarakat luas.

Dosen Perikanan UMM Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh

Dosen Perikanan UMM Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh

  Malang – Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh mengundang kepedulian banyak pihak. Salah satunya datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Perikanan UMM, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P., turut turun langsung ke lokasi terdampak sebagai bagian dari tim relawan kemanusiaan. Indra Fery, bergabung bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur dan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM. Kehadiran mereka di lapangan difokuskan pada upaya respon awal bencana, mulai dari pendampingan masyarakat terdampak, distribusi bantuan, hingga asesmen kondisi di lapangan. Menurut Indra Fery, bencana tidak hanya menyisakan kerusakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang besar bagi warga. Oleh karena itu, kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Dalam keterangannya, Indra Fery juga menegaskan bahwa kehadiran relawan bukan hanya soal membawa bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana. “Bencana seperti ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi juga soal kondisi psikologis warga. Kehadiran kami di lapangan adalah untuk membantu semampunya dan memberi penguatan bahwa mereka tidak sendiri.” ujar Rindya Fery Indrawan. Ia menambahkan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus wujud nyata nilai ke-Muhammadiyahan yang selama ini dijunjung oleh UMM. “Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga pembelajaran kehidupan. Mahasiswa belajar langsung tentang empati, kerja sama, dan bagaimana ilmu bisa hadir untuk kemanusiaan.” tambah Indra Fery. Partisipasi dosen Perikanan UMM dalam aksi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen kampus tidak hanya pada pengembangan akademik, tetapi juga pada nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan lembaga kemanusiaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana. (Humas/Sang).  

Student Enrollment Guidance 2026

E-BookLet UMM Student Enrollment Guidance 2026

Siap Jadi Generasi Emas 2045? Mulai Langkahmu di UMM! 🚀 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadir sebagai Center for Future Works, kampus yang membekali SDM dengan skill sesuai jenis pekerjaan masa depan. Kami menyadari bahwa membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan fundamental adalah investasi yang tak bisa ditawar. Mengapa memilih UMM? * Wajib Skill Digital: UMM mewajibkan seluruh mahasiswa baru dari semua program studi untuk menguasai Pendidikan Dasar Teknologi Digital, khususnya Bahasa Pemrograman Python. * Kampus Unggul: UMM telah meraih Akreditasi Unggul dari BAN-PT, dengan lebih dari 50% program studi juga terakreditasi Unggul. * Komunitas Global: Bergabunglah dengan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia dan mancanegara. Jadilah arsitek yang mendesain masa depan bersama Kampus Putih. 🔗 Daftar sekarang: pmb.umm.ac.id

Rapat Kerja Pimpinan FPP

Rapat Kerja Pimpinan FPP UMM di Lembah Metro Resort Batu, 10 Desember 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Lembah Metro Resort, Batu, saat Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar rapat kerja pimpinan. Acara ini menjadi ajang berkumpulnya para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) untuk menyusun langkah strategis fakultas ke depan. Dalam rapat kerja tersebut, enam program studi di lingkungan FPP memaparkan program kerja masing-masing. Mulai dari rencana pengembangan akademik, inovasi penelitian, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Tak hanya itu, pihak fakultas juga menyampaikan program kerja tingkat fakultas yang menekankan pada kolaborasi lintas prodi, peningkatan kualitas riset, serta penguatan jejaring dengan dunia industri. Diskusi berlangsung santai namun produktif. Para pimpinan prodi saling bertukar ide, memberi masukan, dan menyelaraskan visi agar seluruh program dapat berjalan seiring dengan kebutuhan mahasiswa dan tantangan sektor pertanian-peternakan. Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi momen kebersamaan untuk memperkuat sinergi antarprodi. Dengan suasana resort yang sejuk dan mendukung, kegiatan terasa lebih cair dan penuh inspirasi. Harapannya, hasil rapat kerja ini akan membawa Fakultas Pertanian-Peternakan UMM semakin maju dan berdampak nyata bagi masyarakat. EP      

Jadwal Yudisium

Jadwal Yudisium 2026 *Download Form Bebas Tanggungan klik disini

Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting

Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting

Inovasi Riset UMM: Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting Malang, 03 November 2025 — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui Pusat Studi Halal Thoyyib, berhasil mengembangkan dua produk pangan fungsional hasil riset yang sangat relevan dengan isu kesehatan nasional: minuman herbal anti-anemia dan beras granul lokal untuk pencegahan stunting. Suplemen Herbal Penambah Hemoglobin Tim peneliti UMM meracik minuman “Mawar Plus” dari bunga mawar dan jahe merah, serta mengembangkan kapsul zat besi (Fe) dari kombinasi bunga mawar dan bayam merah. Produk ini diuji ke beberapa kelompok penerima manfaat di Kabupaten Pasuruan, meliputi remaja putri, ibu muda, serta ibu hamil dan menyusui yang mengalami anemia ringan hingga berat. Hasilnya menggembirakan: setelah dua kali pemberian, banyak peserta melaporkan perbaikan kondisi fisik, seperti berkurangnya pusing, dan tes kadar hemoglobin (Hb) menunjukkan peningkatan dari kisaran 8–9 menjadi 10–11. Sebelumnya, program ini diawali dengan workshop dan bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan di Gedung Empu Sendok, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, melibatkan tenaga kesehatan dan akademisi. Beras Granul Lokal: Solusi untuk Cegah Stunting Selain suplemen herbal, UMM juga mengembangkan beras granul sehat dalam kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang melalui Konsorsium RIKUB 3. Beras granul ini berbasis bahan lokal seperti jagung, sorgum, dan umbi-umbian — kaya serat, vitamin, dan zat besi — yang ramah bagi penderita anemia dan sangat potensial untuk anak-anak berisiko stunting. Tim riset diketuai oleh Prof. Widya Dwi Rukmi Putri bersama Prof. Elfi Anis Saati dari UMM dan mitra dari UNDANA Kupang. Kolaborasi dan Implementasi di Lapangan Untuk memperluas dampak riset, tim UMM bersama UB dan UNDANA melakukan kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan Dialog Kebangsaan dan FGD bersama pemerintah daerah setempat. Diskusi menghasilkan gagasan pemanfaatan hasil bumi lokal — seperti pisang, turi, kacang hitam, ikan laut, dan rumput laut — sebagai bahan pangan fungsional halal. Selama di Kupang, tim juga menginspirasikan nuansa bunga mawar karena hotel tempat menginap menggunakan konsep mawar sebagai ornamen, melambangkan semangat penelitian mawar dari sisi kesehatan. Dari Riset Menuju Pemberdayaan Masyarakat UMM tidak hanya berhenti di laboratorium. Di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, tim melakukan pelatihan pengolahan pangan bergizi, pendampingan UMKM, dan penguatan proses branding produk unggulan lokal. Program pemberdayaan ini ditargetkan terus berjalan hingga tahun 2028, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang UMM dalam menyebarkan manfaat riset ke masyarakat. Dukungan Hibah Penelitian dan Pengabdian Proyek ini mendapat dukungan dari hibah BIMA (Kemenristekdikti RI) untuk penelitian serta hibah pengabdian dari LPPM UMM. Skema tersebut memungkinkan riset tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi langsung. Hal ini memiliki manfaat utama menurunkan angka anemia di kalangan remaja dan ibu hamil/menyusui melalui suplemen alami halal, mengurangi risiko stunting dengan pangan alternatif bergizi berbasis lokal, memperkuat ketahanan pangan dan gizi melalui kolaborasi universitas dan komunitas lokal serta pemberdayaan masyarakat dalam memproduksi pangan fungsional dan UMKM sehat. Inovasi ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan riset kampus, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama anemia dan stunting. Melalui kerjasama akademik, pemerintah, dan masyarakat, UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan produk pangan fungsional yang sehat, halal, dan bermanfaat luas.    

Lawan Lalat Buah, HIMAGRO UMM Latih Petani Bocek Gunakan Perangkap Ekonomis & Parasitoid

Lawan Lalat Buah, HIMAGRO UMM Latih Petani Bocek Gunakan Perangkap Ekonomis & Parasitoid

  Malang – Sebanyak 20 petani jeruk dari Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mengikuti pelatihan pengendalian lalat buah berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Sabtu, 6 September 2025, pukul 18.00–20.00 WIB di Aula Balai Dusun Sapiturang. Kegiatan ini digelar oleh PPK Ormawa HIMAGRO Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Pelatihan ini menjadi forum diskusi antara petani, akademisi, dan praktisi pertanian, fokus pada monitoring populasi lalat buah, pencatatan hasil pengamatan, sanitasi kebun, dan pemanfaatan parasitoid. Bapak Kusnan dari BRMP Jestro menjadi pemateri utama, menyampaikan strategi pengendalian berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Serangan lalat buah menjadi masalah serius bagi petani jeruk di Desa Bocek karena menyebabkan buah rontok, menurunnya kualitas, dan berdampak pada harga jual. Pelatihan ini menawarkan solusi ramah lingkungan, murah, dan berkelanjutan. Acara diawali dengan pemaparan materi, menekankan pentingnya pencatatan mingguan dan konservasi parasitoid. Praktik pembuatan perangkap ekonomis dari botol bekas, atraktan cair, dan tali penggantung menjadi bagian menarik, membantu petani menekan populasi hama sekaligus melakukan monitoring rutin di kebun. Diskusi berlangsung aktif, meliputi pembuatan pestisida nabati, penggunaan asap cair, serta strategi kombinasi perangkap dan biopestisida. Teknologi Augmentarium berbasis IoT 5.0 yang dikembangkan HIMAGRO UMM juga menarik perhatian peserta untuk memantau hama dan parasitoid secara real-time. Bapak Kusnan menyampaikan kesannya: “Kesannya luar biasa, karena mahasiswa Agroteknologi sudah mampu mengumpulkan para petani, dan memfasilitasi sosialisasi PHT dengan baik. Semoga mahasiswa terus memberi manfaat bagi petani dan masyarakat.” Acara ditutup dengan dokumentasi bersama pemateri, mahasiswa, dan peserta. Dari pelatihan ini, petani Desa Bocek diharapkan lebih siap menerapkan strategi PHT, meningkatkan produksi jeruk dari sisi kuantitas dan kualitas, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

PPK Ormawa UMM Hadir di Desa Bocek: Integrasi Teknologi Augmentarium dan Konservasi Parasitoid untuk Jeruk Sehat

PPK Ormawa UMM Hadir di Desa Bocek: Integrasi Teknologi Augmentarium dan Konservasi Parasitoid untuk Jeruk Sehat

Himpunan Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi melaksanakan kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Kamis, 17 Juli 2025. Acara pembukaan dan sosialisasi program ini berlangsung di Balai Desa Bocek dengan dihadiri oleh Kepala Desa Bocek, Sekretaris Desa, perangkat desa, perwakilan bidang kemahasiswaan UMM, pimpinan Fakultas Pertanian-Peternakan, Program Studi Agroteknologi, serta sejumlah tokoh masyarakat termasuk Ketua Kelompok Tani “Tri Rejeki” dan beberapa ketua kelompok tani lainnya di wilayah tersebut. Program ini mengusung tema “Integrasi Teknologi Augmentarium dan Konservasi Parasitoid Berbasis IoT 5.0 Guna Memperbaiki Kualitas Jeruk Berkelanjutan di Desa Bocek, Malang.” Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, di mana mahasiswa tidak hanya datang membawa inovasi teknologi, tetapi juga terjun langsung dalam proses pemberdayaan petani dan komunitas lokal. Mahasiswa akan mendampingi kelompok tani secara intensif melalui serangkaian kegiatan seperti pelatihan penggunaan teknologi Augmentarium, konservasi musuh alami hama (parasitoid), pengembangan plot demonstrasi tanaman jeruk sehat, edukasi pengendalian hama ramah lingkungan, serta sosialisasi pertanian berkelanjutan berbasis ekologi dan digitalisasi. Selain itu, mahasiswa juga akan terlibat dalam kegiatan sosial desa seperti edukasi pertanian ke sekolah dasar, kerja bakti lingkungan bersama warga, dan pendataan kebutuhan petani secara partisipatif. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta menciptakan transfer ilmu yang lebih efektif.Teknologi Augmentarium yang diperkenalkan dalam program ini adalah sistem berbasis Internet of Things (IoT) 5.0 yang memungkinkan pemantauan ekosistem pertanian secara real-time melalui sensor lingkungan secara digital. Teknologi ini dirancang untuk mendukung pengendalian hayati dengan cara melestarikan populasi parasitoid lalat buah, salah satu hama utama tanaman jeruk. Dengan Augmentarium, petani dapat memperoleh informasi digital tentang tingkat serangan hama dan keberadaan musuh alaminya, sehingga keputusan pengendalian dapat dilakukan secara tepat waktu dan presisi, tanpa harus bergantung pada penggunaan insektisida kimia yang berlebihan. Kepala Desa Bocek, Abdul Kodim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa UMM yang tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga semangat kolaborasi. “Kami menyambut baik program ini karena sangat relevan dengan kebutuhan petani. Kami berharap ini bukan hanya kegiatan sesaat, tapi bisa berkelanjutan dan terintegrasi dengan program desa,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tri Rejeki, juga mengungkapkan rasa optimis atas inovasi ini. “Kalau bisa membantu kami mengurangi serangan lalat buah dan meningkatkan hasil panen jeruk tanpa harus banyak insektisida, ini sangat kami dukung,” katanya. Program ini akan dilaksanakan selama lima bulan dan merupakan bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Malang dalam memperluas dampak tridharma perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi pertanian presisi yang berbasis ekosistem, serta mendorong keterlibatan generasi muda desa dalam regenerasi petani berbasis teknologi. Dengan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) poin 2 tentang ketahanan pangan dan poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, program ini juga menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia

Mahasiswa UMM Dampingi Petani Desa Bocek dalam Pembuatan Biopestisida Alami

Mahasiswa UMM Dampingi Petani Desa Bocek dalam Pembuatan Biopestisida Alami

  Mahasiswa UMM Dampingi Petani Desa Bocek dalam Pembuatan Biopestisida Alami Pada Minggu, 25 Agustus 2025, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Balai Desa Bocek, Kecamatan Karangploso. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) dengan fokus utama mendampingi petani dalam penerapan pengendalian hama ramah lingkungan. Acara ini dihadiri oleh ketua program studi, dosen pembimbing, penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), mahasiswa, serta ketua dan anggota kelompok tani Desa Bocek, dengan jumlah peserta sebanyak 22 orang. Dalam sambutannya, dosen pembimbing menekankan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa. “Alhamdulillah kita dapat berkumpul di Balai Desa Bocek. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami permasalahan di lapangan, sekaligus memberikan solusi praktis bagi masyarakat. Selain itu, pengalaman ini juga bisa menjadi bekal untuk penelitian dan tugas akhir,” ungkapnya. Materi inti disampaikan oleh Hariyanto, penyuluh pertanian dari BPP. Ia menjelaskan bahwa lalat buah merupakan ancaman serius bagi tanaman jeruk dengan potensi kehilangan hasil panen hingga 40% atau sekitar 20.000 ton. “Lalat buah bertelur di dalam buah jeruk, sehingga cepat busuk. Sayangnya, penggunaan pestisida kimia justru membunuh predator alami yang seharusnya bisa menekan populasi hama ini,” jelasnya. Hariyanto juga menekankan pentingnya teknik penyemprotan yang tepat, misalnya menggunakan air dengan pH netral (7) dan tidak mencampurkan pestisida dengan pupuk daun. Ia kemudian memperkenalkan berbagai bahan alami yang bisa dimanfaatkan petani, seperti daun sirsak, serai merah, dan daun mimpo. “Hari ini kita langsung praktik membuat biopestisida. Dengan memanfaatkan tanaman sekitar, petani dapat mengendalikan lalat buah tanpa merusak lingkungan,” tambahnya. Salah satu peserta, Bapak Anata, menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu yang diperoleh. “Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Pembuatan biopestisida dari bahan alami sangat bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Harapannya, praktik ini bisa terus kami kembangkan demi meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya. Suasana diskusi berlangsung aktif, dengan berbagai pertanyaan yang ditanggapi oleh pemateri maupun mahasiswa. Dosen pembimbing, Ilmam Zul Fahmi, SP., MSc., juga berharap kegiatan ini bisa dilanjutkan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara UMM, BPP, dan masyarakat Desa Bocek. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, yang menjadi penanda komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. (HumasFPP)

Terapkan Smart Farming Agroteknologi UMM, Potensi Wisata Petik Melon Bagi Masyarakat

Laboratorium Program Studi (Prodi) Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Laboratorium Program Studi (Prodi) Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  melakukan kegiatan open greenhouse petik melon dengan teknologi smart farming pada 25 Januari 2025 lalu. Kegiatan tersebut merupakan upaya pemanfaatan lahan edupark milik UMM sekaligus sebagai tempat wisata bagi masyarakat umum. Open greenhouse petik melon tersebut mengundang oleh Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si selaku Rektor UMM, Drs. Wakidi selaku Wakil Ketua BPH, Ir. Hj. Sunarti, M.M selaku Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, Toha Mashuri, S.Sos, M.M selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, serta Jajaran Kepala Dinas Pertanian Kota dan Kabupaten Malang. Muhidin selaku Kepala Laboratorium Edupark UMM menjelaskan bahwa smart farming dapat mengefisiensi waktu. Keunggulan smart farming terletak pada pengendalian jarak jauh menggunakan aplikasi di gawai yang memiliki program khusus untuk membantu pemberian nutrisi pada tanaman melon. “Jadi, aplikasi yang kami buat itu bisa memungkinkan penyiraman secara otomatis dan dapat dikendalikan jarak jauh. Kita tinggal mengatur nutrisi agar tanaman dapat ternutrisi dengan baik,” tutur Muhidin. Sebagai informasi, UMM menanam melon jenis Intanin dan Lavender dengan sistem hidroponik dan fertigasi dan alokasi waktu tanam selama 70 hari atau tiga bulan. Melon jenis ini memiliki ciri khas buah berwarna kuning cerah, tekstur lebih renyah, lebih berair, dan memiliki rasa yang manis ketika matang. Menurut Muhidin metode fertigasi dan hidroponik dipilih karena memiliki keunggulan dalam pemberian nutrisi. Metode ini memiliki efisiensi pemberian nutrisi sehingga mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, pencahayaan pada tanaman juga dapat mempengaruhi percepatan pertumbuhan. “Permasalahannya itu terletak pada minimnya cahaya alami yang masuk karena dikelilingi gedung cukup tinggi. Tapi hal tersebut kami atasi dengan mengganti material atap greenhouse agar cahaya dapat masuk dengan maksimal,” tambahnya. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus mengambil peran untuk menjawab persoalan praktis di masyarakat. Salah satunya melalui smart farming yang diterapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dan menjawab tantangan ketahanan pangan mandiri di masa mendatang. “Pengembangan smart farming ini harus terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Selain dari segi efisiensi waktu, smart farming seperti ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu untuk bercocok tanam di kebun,” ujarnya. Terakhir, Nazaruddin berharap bahwa kegiatan open greenhouse petik melon ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Ia juga berpesan agar inovasi smart farming yang dilakukan UMM tidak hanya menunjukkan komitmen perguruan tinggi kepada masyarakat dan stakeholder, namun juga selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.