Guru Besar Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan publikasi ilmiah. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu dihilirisasikan menjadi produk, teknologi, maupun layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Prof. Elfi saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional, Pameran Inovasi, dan Anugerah Inovator 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi dan Inovasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Gresik pada Rabu (10/6).
Dalam pemaparannya, Prof. Elfi menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan tahapan penting untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium. Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
Kehadiran Prof. Elfi sebagai pembicara utama menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik UMM, khususnya dalam bidang teknologi pangan dan pengembangan inovasi berbasis riset. Sebagai Guru Besar Teknologi Pangan, ia dikenal aktif mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar dapat diterapkan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor.
Melalui forum nasional tersebut, UMM kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berorientasi pada solusi dan kemanfaatan bagi masyarakat. Semangat hilirisasi yang disampaikan Prof. Elfi menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.