UMM Perluas Peluang Magang Internasional melalui Kerja Sama dengan Kampus dan Industri Jepang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan menjalin kerja sama strategis bersama Shimonoseki City University (SCU) dan SA Assist Co., Jepang. Kolaborasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa UMM untuk memperoleh pengalaman akademik dan profesional di tingkat internasional melalui program magang, riset bersama, dan pertukaran pengetahuan. Kerja sama tersebut dibahas dalam rangkaian kunjungan delegasi Jepang ke UMM yang berlangsung selama dua hari. Agenda meliputi diskusi mengenai student joint field work, pengaturan visa untuk kegiatan joint research dan joint lecture, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan SA Assist Co., Ltd., Jepang. Melalui kerja sama ini, mahasiswa UMM akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap program magang internasional yang dirancang secara terstruktur dan terintegrasi dengan kurikulum pendidikan. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja di lingkungan global, tetapi juga memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Wakil Rektor IV UMM menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan dan memperluas jejaring global universitas. Menurutnya, keterlibatan mitra akademik dan industri dalam satu ekosistem kerja sama akan memberikan manfaat yang lebih komprehensif bagi mahasiswa. Selain membuka akses magang internasional, kerja sama ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan akademik lintas negara, seperti penelitian bersama, kuliah kolaboratif, serta kegiatan lapangan yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia dan Jepang. Pihak Shimonoseki City University menyambut positif kerja sama tersebut sebagai langkah untuk memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik antara kedua institusi. Sementara itu, SA Assist Co. menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul melalui integrasi pendidikan dan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi ini, UMM berharap dapat menghadirkan lebih banyak peluang internasional bagi mahasiswa sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kemitraan global yang berdampak nyata bagi pengembangan akademik dan profesional mahasiswa.

Guru Besar Teknologi Pangan UMM Tekankan Hilirisasi Riset untuk Kemanfaatan Umat

Guru Besar Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan publikasi ilmiah. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu dihilirisasikan menjadi produk, teknologi, maupun layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan Prof. Elfi saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional, Pameran Inovasi, dan Anugerah Inovator 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi dan Inovasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Gresik pada Rabu (10/6). Dalam pemaparannya, Prof. Elfi menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan tahapan penting untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium. Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Kehadiran Prof. Elfi sebagai pembicara utama menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik UMM, khususnya dalam bidang teknologi pangan dan pengembangan inovasi berbasis riset. Sebagai Guru Besar Teknologi Pangan, ia dikenal aktif mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar dapat diterapkan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor. Melalui forum nasional tersebut, UMM kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berorientasi pada solusi dan kemanfaatan bagi masyarakat. Semangat hilirisasi yang disampaikan Prof. Elfi menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.

Dari Gagasan Menjadi Naskah Berprestasi: Neza Indira Pratama Raih Juara 2 Kepenulisan Lakon

Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Neza Indira Pratama berhasil meraih Juara 2 Kepenulisan Lakon dalam ajang Rector Cup melalui karya yang menunjukkan kreativitas, ketajaman ide, serta kemampuan dalam membangun alur cerita yang menarik. Bagi Neza, menulis lakon merupakan proses yang menantang sekaligus menyenangkan. Ia harus mampu membangun konflik, karakter, dan dialog yang kuat agar cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca maupun calon penampilnya. Berbagai proses eksplorasi ide dan revisi dilakukan untuk menghasilkan karya yang matang. Sebagai anggota LSO Jalu, Neza mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya melalui berbagai kegiatan pembinaan dan diskusi karya. Proses tersebut membantunya melihat tulisannya dari berbagai sudut pandang sehingga mampu menghadirkan karya yang lebih berkualitas. Rasa bahagia dan bangga dirasakan Neza ketika mengetahui dirinya berhasil meraih juara kedua. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas seluruh usaha yang telah dilakukan selama masa persiapan lomba. “Saya merasa sangat senang karena karya yang saya tulis mendapatkan apresiasi yang baik. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik di masa mendatang,” tuturnya. Neza juga mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan teman-teman LSO Jalu serta arahan dari dosen pembina yang selalu mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan mengembangkan potensi diri. Melalui capaian ini, Neza berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia seni dan sastra serta menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Ia percaya bahwa setiap ide memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi karya yang bernilai ketika diiringi dengan kemauan untuk terus belajar.

Edupark UMM Jadi Lokasi Riset Nasional, FPP UMM Perkuat Peran sebagai Pusat Kolaborasi Agribisnis Perguruan Tinggi

Edupark Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan perannya sebagai laboratorium hidup yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga strategis sebagai lokasi riset nasional. Melalui Program Hibah Riset Mahasiswa Berdampak (HRMB) Tahun 2026, Edupark UMM resmi dipercaya sebagai lokasi penelitian bertema Agribisnis UMKM Peternakan Ayam Petelur sebuah pengakuan nyata atas kesiapan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki Fakultas Pertanian-Peternakan UMM (FPP UMM) dalam mendukung riset berkualitas tinggi. Kepercayaan ini lahir dari kolaborasi yang telah terjalin selama empat tahun antara Program Studi Agribisnis FPP UMM dan Program Studi Agribisnis Universitas Udayana, yang secara konsisten menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional serta buku penelitian bersama. Kepala Edupark UMM, Ilmam Zul Fahmi, S.P., M.Sc., menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam menyediakan fasilitas, lokasi, dan seluruh sumber daya yang dibutuhkan demi kelancaran riset yang dijadwalkan berlangsung dari Juni hingga September 2026. Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., menegaskan bahwa dipercayanya Edupark UMM sebagai lokasi riset nasional merupakan bukti konkret dari kualitas dan reputasi yang telah dibangun Program Studi Agribisnis UMM selama bertahun-tahun. Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menambahkan bahwa peran FPP UMM sebagai tuan rumah kolaborasi riset ini merupakan wujud nyata komitmen fakultas dalam mendorong sinergi antarperguruan tinggi yang berdampak luas tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat dan sektor peternakan Indonesia secara keseluruhan. Melalui program ini, FPP UMM menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak sekadar menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan ilmu agribisnis di tingkat nasional selaras dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi landasan seluruh gerak langkah FPP UMM.

FPP UMM dan Universitas Udayana Resmi Perkuat Komitmen Kolaborasi Lewat Penandatanganan MoA dan IA

Sebuah komitmen yang telah dirawat selama empat tahun akhirnya kembali diperbarui dan diperkuat. Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP UNUD) resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) pada Jumat, 5 Juni 2026, di Ruang Sidang FPP UMM. Bersamaan dengan itu, Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Agribisnis UMM dan Program Studi Agribisnis UNUD turut ditandatangani sebagai penegasan konkret dari kerja sama yang telah lama terjalin. Bukan tanpa alasan penandatanganan ini terasa istimewa. Selama empat tahun perjalanan kolaborasi, kedua institusi telah bersama-sama menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, serta buku penelitian bersama yang menjadi bukti nyata produktivitas kemitraan ini. Pencapaian tersebut menjadi landasan kuat mengapa kedua pihak sepakat untuk tidak hanya melanjutkan, tetapi juga memperluas cakupan kerja sama ke depannya. Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menyampaikan apresiasi mendalam atas keberlanjutan kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa kerja sama yang telah terjalin tidak boleh berhenti hanya pada tataran penelitian, melainkan harus merambah ke bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Wakil Dekan I, Mochammad Wachid, S.TP., M.Sc., Ph.D., menambahkan bahwa jejaring akademik antarperguruan tinggi seperti ini merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya akan terasa langsung, baik bagi kualitas ilmu pengetahuan maupun kesejahteraan masyarakat. Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Dekan II, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.P., yang mendorong agar kerja sama ini terus berkembang, mencakup pengembangan akademik, riset, hingga peningkatan kapasitas mahasiswa dari kedua institusi. Dari pihak Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ketut Budi Susrusa, M.S. dan Dr. Ir. Gede Mekse Korri Arisena, S.P., M.Agb., IPM. menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang selalu diberikan FPP UMM. Keduanya menegaskan bahwa luaran-luaran berharga yang telah dihasilkan bersama menjadi bukti kuat bahwa kemitraan ini tidak hanya layak untuk dilanjutkan, tetapi juga untuk terus dikembangkan lebih jauh. Melalui penandatanganan MoA dan IA ini, kedua institusi berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat menjadi model kemitraan antarperguruan tinggi yang berdampak nyata, tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi juga bagi kemajuan sektor pertanian dan agribisnis Indonesia secara keseluruhan.

Tiga Ormawa FPP UMM Borong Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujud Nyata Inovasi Berbasis Masyarakat

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan diri sebagai salah satu motor penggerak inovasi mahasiswa di tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, tiga organisasi kemahasiswaan yang bernaung di bawah FPP sekaligus berhasil meloloskan proposalnya dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa, Kemendiktisaintek. Ketiga ormawa tersebut adalah Badan Eksekutif Mahasiswa FPP (BEM FPP), Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HIMAGRI), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HIMATEKPA). Capaian ini sekaligus menjadikan UMM sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Malang Raya yang berhasil lolos dalam program pendanaan bergengsi tersebut dan sebagian besar kontribusinya datang dari FPP. Keberhasilan ini tidak lahir begitu saja. Jauh sebelum seleksi nasional dibuka, UMM telah menjalankan mekanisme seleksi internal yang sangat kompetitif. Dari ratusan mahasiswa yang mendaftar, hanya sepuluh tim terbaik yang berhasil masuk ke tahap karantina sebuah program pembinaan intensif bersama para ahli, di mana setiap proposal dikritisi, diuji kelayakannya, dan dipastikan tidak sekadar unggul secara akademis, tetapi juga realistis untuk dieksekusi langsung di lapangan. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., menyebut bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada pendampingan yang tidak pernah putus. “Kami memastikan mahasiswa tidak dilepas begitu saja. Pendampingan komprehensif kami berikan sejak tahap awal penyusunan proposal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masa karantina menjadi titik krusial di mana gagasan-gagasan mentah para mahasiswa benar-benar ditempa. “Di masa karantina inilah seluruh gagasan mereka digembleng dan dimantapkan secara intensif, sehingga inovasi yang dibawa tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif dan siap dieksekusi di desa,” tegasnya. Ketiga program yang lolos dari FPP masing-masing membidik persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pedesaan. HIMAGRI mengusung program CRAFT-HUB, sebuah platform berbasis digital marketing yang dirancang untuk membantu pengrajin mendong di Desa Blayu memperluas jangkauan pasar mereka secara digital. BEM FPP hadir dengan inovasi Smart Multifunctional Fermentor berbasis teknologi karbonasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pascapanen petani kopi di Desa Klampok. Sementara HIMATEKPA membawa teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengembangan kawasan eduwisata herbal di Desa Sukolelo. Ary Bakhtiar menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang dengan orientasi dampak jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sesaat. “Secara garis besar, inovasi yang diterapkan adalah kita tidak hanya membantu membranding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan dari program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” ungkapnya. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., turut menyampaikan apresiasinya sekaligus memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa yang terlibat agar tidak larut dalam euforia keberhasilan awal. Baginya, lolosnya proposal ini baru merupakan pembukaan dari perjalanan panjang pengabdian yang sesungguhnya. “Pendampingan yang berkesinambungan menjadikan program ini tidak hanya sekadar lolos seleksi dan didanai. Lebih dari itu, bagaimana nanti program ini sangat berdampak pada masyarakat, utamanya bagi keberlanjutan usaha yang ada di lingkungan yang di-support oleh Belmawa dan juga UMM,” pungkasnya. Dengan tiga ormawa sekaligus yang berhasil menembus seleksi nasional, FPP UMM sekali lagi mempertegas posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat di luar kampus.

Praktisi PT Bumitama Gunajaya Agro Berbagi Wawasan di Kuliah Tamu COE Sawit FPP UMM

Tidak semua ilmu bisa ditemukan di buku teks. Menyadari hal itulah, Center of Excellence (COE) Sawit Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan langsung para praktisi industri ke hadapan mahasiswa melalui Kuliah Tamu bertajuk “Level Up Your Career: Peluang Kerja dan Masa Depan Industri Sawit” yang digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, di Aula BAU UMM. Dua narasumber utama hadir dari PT Bumitama Gunajaya Agro salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di Indonesia. Agus Sutrisno, S.P., M.M., selaku HC & OSM Director, dan Endro Prastowo selaku Managing Director Operation 2, berbagi pengalaman dan pandangan mereka secara langsung kepada para mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup gambaran nyata tentang dinamika industri kelapa sawit saat ini, kompetensi apa yang paling dicari perusahaan, hingga bagaimana mahasiswa bisa mempersiapkan diri agar benar-benar siap bersaing ketika lulus nanti. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., dan dimoderatori oleh Dr. Ir. Agus Zainudin, M.P., selaku Ketua Program Studi Agroteknologi. Forum ini menjadi ruang dialog yang produktif  mahasiswa tidak hanya duduk mendengar, tetapi juga mendapatkan gambaran jelas tentang bagaimana industri kelapa sawit memandang lulusan perguruan tinggi dan apa yang perlu mereka miliki untuk menonjol di tengah persaingan. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FPP UMM dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga berakar pada kebutuhan dan tantangan industri sesungguhnya. Melalui COE Sawit, FPP terus mendorong mahasiswanya untuk tidak sekadar mengejar nilai akademis, tetapi juga aktif membangun wawasan dan koneksi profesional sedini mungkin.

Humas FPP UMM Raih Predikat Humas Terbaik Tingkat Fakultas

Prestasi membanggakan kembali diraih Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui capaian Dosen FPP, Padhina Pangestika, S.P., M.P., yang berhasil meraih penghargaan sebagai Humas Terbaik tingkat fakultas. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam pengelolaan komunikasi serta publikasi informasi di lingkungan fakultas. Peran humas memiliki posisi strategis dalam membangun citra institusi, menyampaikan informasi, serta memperkuat hubungan antara fakultas dengan masyarakat luas. Melalui berbagai publikasi kegiatan akademik, prestasi mahasiswa, hingga pencapaian dosen, Humas FPP UMM dinilai mampu menghadirkan informasi yang aktif, informatif, dan inspiratif. Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen FPP UMM dalam mengembangkan sistem komunikasi publik yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan media digital. Berbagai inovasi publikasi dan pengelolaan media sosial menjadi bagian penting dalam mendukung penyebaran informasi fakultas secara lebih luas. Dengan capaian tersebut, diharapkan Humas FPP UMM dapat terus berkembang dan menghadirkan berbagai informasi positif yang mampu memperkuat branding fakultas serta mendukung pengembangan institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Hadir dari Malang, FPP UMM Tampilkan Inovasi Lingkungan dalam Pameran Poster Bestari Saintek 2026

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan solusi berbasis lingkungan melalui partisipasi pada Pameran Poster Program Bestari Saintek 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Graha Dikti, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajang bagi akademisi untuk menampilkan inovasi dan hasil penelitian yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam pameran tersebut, dosen Program Studi Kehutanan FPP UMM, Dr. Ir. Nugroho Tri W., M.P., mempresentasikan inovasi mengenai model peningkatan penyerapan karbon di Kabupaten Malang. Program tersebut menjadi salah satu bentuk solusi berbasis sains dan teknologi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan persoalan karbon. Partisipasi FPP UMM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen civitas akademika untuk terus menghadirkan penelitian yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Melalui program Living Lab, penelitian diharapkan dapat terintegrasi dengan implementasi serta pengembangan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Mengusung semangat “Hadir dari Malang, Berkontribusi untuk Dunia”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi dari perguruan tinggi daerah mampu memberikan kontribusi pada isu global, khususnya dalam bidang lingkungan dan keberlanjutan.

Mahasiswa FPP UMM Tunjukkan Inovasi Lewat Keberhasilan di PPK Ormawa 2026

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan empat organisasi mahasiswa yang lolos seleksi akhir Subproposal PPK Ormawa 2026. Keberhasilan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi. Empat organisasi mahasiswa yang berhasil lolos terdiri dari HIMATEKPA, HIPOTESA FPP UMM, BEM FPP UMM, dan HIMAGRI. Program-program yang diajukan mengangkat berbagai isu strategis terkait pengembangan desa, pemberdayaan masyarakat, inovasi pertanian, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat. Pendekatan kolaboratif dan inovatif menjadi nilai utama dalam pengembangan proposal yang diajukan. FPP UMM terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak positif melalui program-program kemahasiswaan yang berkelanjutan.