Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P. Ajak Perguruan Tinggi Ubah Temuan Riset Menjadi Kekuatan Inovasi
Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pusat lahirnya penelitian, tetapi juga motor penggerak inovasi. Gagasan tersebut disampaikan Guru Besar Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional, Pameran Inovasi, dan Anugerah Inovator 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dalam forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan inovator dari berbagai bidang tersebut, Prof. Elfi menyoroti pentingnya menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, tantangan dunia akademik saat ini bukan hanya menghasilkan temuan baru, tetapi memastikan temuan tersebut dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan. Sebagai Guru Besar Teknologi Pangan, Prof. Elfi menjelaskan bahwa berbagai hasil penelitian memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk, teknologi, maupun layanan yang dapat diterapkan secara luas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat agar proses pengembangan inovasi dapat berjalan lebih optimal. Forum nasional tersebut juga menjadi wadah pertukaran gagasan lintas disiplin ilmu. Direktur DPPM UMG, Prof. Dr. Yudi Arifani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar tidak hanya berfungsi sebagai sarana diseminasi hasil penelitian, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Kehadiran Prof. Elfi sebagai narasumber utama menunjukkan kontribusi aktif UMM dalam pengembangan ekosistem inovasi nasional. Melalui keterlibatan akademisinya di berbagai forum ilmiah, UMM terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan sebagai solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada upaya menghadirkan inovasi yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan berkembang menjadi karya yang mampu memberikan dampak lebih luas bagi kehidupan masyarakat.
Menguatkan Riset Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan Melalui Kolaborasi Akademik dan Industri
Tantangan sektor pertanian dan peternakan yang semakin kompleks menuntut hadirnya inovasi berbasis riset yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Shimonoseki City University (SCU), Jepang, dan SA Assist Co. menjajaki kolaborasi penelitian yang berfokus pada pengembangan sektor pertanian dan peternakan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan riset terapan yang tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor agribisnis. Melalui kolaborasi lintas negara ini, para peneliti berkesempatan bertukar pengetahuan, pengalaman, serta pendekatan ilmiah yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing negara. Keterlibatan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM menjadi salah satu poin penting dalam pengembangan kerja sama. Bidang pertanian dan peternakan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui riset kolaboratif yang mengintegrasikan perspektif akademisi, kebutuhan industri, serta perkembangan teknologi global. Selain mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, kerja sama ini juga membuka peluang hilirisasi hasil penelitian sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara langsung pada sektor usaha. Kehadiran SA Assist Co. sebagai mitra industri diharapkan mampu menjembatani hasil riset dengan kebutuhan pasar dan dunia kerja. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menghasilkan berbagai penelitian yang berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis berkelanjutan, serta peningkatan daya saing sektor pertanian dan peternakan di tingkat internasional. Dengan menggabungkan kekuatan akademik, riset, dan industri, UMM bersama mitra Jepang berupaya menghadirkan solusi yang relevan terhadap tantangan pembangunan pertanian dan peternakan masa depan.
UMM Perluas Peluang Magang Internasional melalui Kerja Sama dengan Kampus dan Industri Jepang
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan menjalin kerja sama strategis bersama Shimonoseki City University (SCU) dan SA Assist Co., Jepang. Kolaborasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa UMM untuk memperoleh pengalaman akademik dan profesional di tingkat internasional melalui program magang, riset bersama, dan pertukaran pengetahuan. Kerja sama tersebut dibahas dalam rangkaian kunjungan delegasi Jepang ke UMM yang berlangsung selama dua hari. Agenda meliputi diskusi mengenai student joint field work, pengaturan visa untuk kegiatan joint research dan joint lecture, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan SA Assist Co., Ltd., Jepang. Melalui kerja sama ini, mahasiswa UMM akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap program magang internasional yang dirancang secara terstruktur dan terintegrasi dengan kurikulum pendidikan. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja di lingkungan global, tetapi juga memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Wakil Rektor IV UMM menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan dan memperluas jejaring global universitas. Menurutnya, keterlibatan mitra akademik dan industri dalam satu ekosistem kerja sama akan memberikan manfaat yang lebih komprehensif bagi mahasiswa. Selain membuka akses magang internasional, kerja sama ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan akademik lintas negara, seperti penelitian bersama, kuliah kolaboratif, serta kegiatan lapangan yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia dan Jepang. Pihak Shimonoseki City University menyambut positif kerja sama tersebut sebagai langkah untuk memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik antara kedua institusi. Sementara itu, SA Assist Co. menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul melalui integrasi pendidikan dan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi ini, UMM berharap dapat menghadirkan lebih banyak peluang internasional bagi mahasiswa sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kemitraan global yang berdampak nyata bagi pengembangan akademik dan profesional mahasiswa.
Guru Besar Teknologi Pangan UMM Tekankan Hilirisasi Riset untuk Kemanfaatan Umat
Guru Besar Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan publikasi ilmiah. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu dihilirisasikan menjadi produk, teknologi, maupun layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan Prof. Elfi saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional, Pameran Inovasi, dan Anugerah Inovator 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi dan Inovasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Gresik pada Rabu (10/6). Dalam pemaparannya, Prof. Elfi menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan tahapan penting untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium. Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Kehadiran Prof. Elfi sebagai pembicara utama menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik UMM, khususnya dalam bidang teknologi pangan dan pengembangan inovasi berbasis riset. Sebagai Guru Besar Teknologi Pangan, ia dikenal aktif mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar dapat diterapkan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor. Melalui forum nasional tersebut, UMM kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berorientasi pada solusi dan kemanfaatan bagi masyarakat. Semangat hilirisasi yang disampaikan Prof. Elfi menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.
Menitipkan Gagasan dalam Bait-Bait Kata, Silmi Multazamah Ukir Prestasi di Rector Cup
Kemampuan mengolah rasa dan gagasan ke dalam rangkaian kata yang bermakna mengantarkan Silmi Multazamah D., mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meraih Juara 3 Kepenulisan Puisi dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas mahasiswa FPP mampu berkembang dan bersaing melalui karya sastra yang inspiratif. Bagi Silmi, menulis puisi merupakan cara untuk mengekspresikan pemikiran, pengalaman, dan perasaan melalui bahasa yang indah dan penuh makna. Dalam proses persiapan lomba, ia menghabiskan banyak waktu untuk menyusun, mengevaluasi, dan menyempurnakan karyanya agar mampu menyampaikan pesan yang kuat kepada pembaca. Perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu mudah. Berbagai revisi dan penyempurnaan dilakukan untuk menghasilkan karya terbaik. Namun, melalui dukungan dari lingkungan LSO Jalu dan proses pembinaan yang dijalani, Silmi mampu meningkatkan kualitas tulisannya secara bertahap. Silmi mengaku merasa terharu ketika namanya diumumkan sebagai salah satu pemenang. Baginya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap proses panjang yang telah dilalui selama menulis dan mengembangkan karya. “Saya bersyukur karena karya yang saya tulis dapat memperoleh penghargaan. Pengalaman ini memberikan semangat baru bagi saya untuk terus belajar dan berkarya di bidang sastra,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembina Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., serta seluruh keluarga besar LSO Jalu yang selalu memberikan dukungan selama proses persiapan perlombaan berlangsung. Ketua Umum LSO Jalu, Anggita Ameliana, turut mengapresiasi capaian yang diraih para anggota. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras individu yang didukung oleh budaya belajar dan saling mendukung yang terus dibangun di lingkungan LSO Jalu. Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di berbagai ajang Melalui prestasi yang diraih, Silmi berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengekspresikan ide dan gagasannya melalui karya sastra. Menurutnya, menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga tentang membangun keberanian untuk menyampaikan suara dan perspektif kepada dunia.
Dari Gagasan Menjadi Naskah Berprestasi: Neza Indira Pratama Raih Juara 2 Kepenulisan Lakon
Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Neza Indira Pratama berhasil meraih Juara 2 Kepenulisan Lakon dalam ajang Rector Cup melalui karya yang menunjukkan kreativitas, ketajaman ide, serta kemampuan dalam membangun alur cerita yang menarik. Bagi Neza, menulis lakon merupakan proses yang menantang sekaligus menyenangkan. Ia harus mampu membangun konflik, karakter, dan dialog yang kuat agar cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca maupun calon penampilnya. Berbagai proses eksplorasi ide dan revisi dilakukan untuk menghasilkan karya yang matang. Sebagai anggota LSO Jalu, Neza mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya melalui berbagai kegiatan pembinaan dan diskusi karya. Proses tersebut membantunya melihat tulisannya dari berbagai sudut pandang sehingga mampu menghadirkan karya yang lebih berkualitas. Rasa bahagia dan bangga dirasakan Neza ketika mengetahui dirinya berhasil meraih juara kedua. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas seluruh usaha yang telah dilakukan selama masa persiapan lomba. “Saya merasa sangat senang karena karya yang saya tulis mendapatkan apresiasi yang baik. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik di masa mendatang,” tuturnya. Neza juga mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan teman-teman LSO Jalu serta arahan dari dosen pembina yang selalu mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan mengembangkan potensi diri. Melalui capaian ini, Neza berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia seni dan sastra serta menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Ia percaya bahwa setiap ide memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi karya yang bernilai ketika diiringi dengan kemauan untuk terus belajar.
Menuturkan Makna Lewat Puisi, Eka Retno Setyo Winarti Persembahkan Prestasi untuk FPP UMM
Kecintaan terhadap dunia sastra kembali membawa mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih prestasi membanggakan. Dalam ajang Rector Cup, Eka Retno Setyo Winarti berhasil meraih Juara 2 Baca Puisi Putri, membuktikan kemampuannya dalam menghidupkan makna puisi melalui penampilan yang penuh penghayatan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang konsisten dan penuh kesungguhan. Sebelum tampil dalam perlombaan, Eka bersama anggota LSO Jalu menjalani berbagai sesi pembinaan yang berfokus pada teknik pembacaan puisi, pengaturan intonasi, ekspresi wajah, hingga penguasaan panggung. Menurut Eka, tantangan terbesar dalam membaca puisi adalah menyampaikan emosi dan pesan kepada audiens tanpa menghilangkan karakter asli karya yang dibawakan. Oleh karena itu, ia berusaha memahami setiap bait secara mendalam agar mampu menyampaikan puisi dengan lebih hidup dan menyentuh. Perasaan bahagia bercampur haru dirasakan Eka saat mengetahui dirinya berhasil meraih posisi kedua. Ia mengaku tidak menyangka dapat memperoleh hasil tersebut mengingat ketatnya persaingan yang dihadapi selama perlombaan. “Saya sangat bersyukur atas hasil yang diperoleh. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam berlatih merupakan kunci penting untuk berkembang,” ungkapnya. Eka menilai bahwa dukungan dari teman-teman LSO Jalu dan arahan dari dosen pembina menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya. Berbagai masukan yang diberikan selama proses latihan membantunya meningkatkan kualitas penampilan dan rasa percaya diri saat berada di atas panggung. Melalui prestasi ini, Eka berharap dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang sastra sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk berani mengeksplorasi potensi yang dimiliki. Baginya, setiap kesempatan untuk berkarya merupakan ruang untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Dari Lembar Puisi ke Puncak Prestasi: M. Choirul Anwar Taklukkan Panggung Rector Cup
Dedikasi dan kecintaan terhadap dunia sastra mengantarkan M. Choirul Anwar, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meraih Juara 1 Baca Puisi Putra dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian membanggakan yang berhasil dipersembahkan oleh LSO Jalu, organisasi mahasiswa yang mewadahi minat dan bakat di bidang seni dan sastra. Keberhasilan yang diraih Choirul bukanlah hasil yang datang secara instan. Di balik penampilannya yang memukau di atas panggung, terdapat proses latihan yang panjang dan penuh komitmen. Bersama anggota LSO Jalu lainnya, ia menjalani berbagai sesi pembinaan yang berfokus pada teknik vokal, penghayatan makna puisi, pengendalian ekspresi, hingga kemampuan membangun koneksi emosional dengan penonton. Menurut Choirul, membaca puisi bukan sekadar melafalkan rangkaian kata, tetapi juga menyampaikan pesan dan perasaan yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, ia berupaya memahami setiap makna yang tersirat dalam karya yang dibawakannya agar dapat menghadirkan penampilan yang autentik dan berkesan. Rasa haru dan bahagia tak dapat disembunyikan ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama. Ia mengaku sempat merasa gugup selama perlombaan karena harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai fakultas. Namun, seluruh kerja keras yang telah dilakukan akhirnya terbayarkan dengan hasil yang membanggakan. “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih juara pertama. Semua proses latihan, evaluasi, dan masukan yang saya terima selama persiapan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman LSO Jalu yang selalu memberikan dukungan,” ungkapnya. Choirul juga menyampaikan apresiasinya kepada dosen pembina LSO Jalu, Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., yang senantiasa memberikan motivasi serta dukungan selama proses persiapan kompetisi berlangsung. Baginya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa lingkungan yang suportif dan pembinaan yang konsisten mampu mendorong mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Melalui capaian tersebut, Choirul berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan potensi diri di bidang nonakademik. Ia meyakini bahwa setiap mahasiswa memiliki ruang untuk berkarya dan berprestasi selama mau berproses, belajar, serta terus mengasah kemampuan yang dimiliki. Prestasi yang diraih M. Choirul Anwar tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menambah deretan capaian membanggakan bagi Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni dan sastra tetap memiliki tempat penting dalam membentuk mahasiswa yang kreatif, percaya diri, dan berdaya saing.
Ketika Cerita Menjadi Juara: Niha Aina Harumkan Nama FPP UMM di Ajang Rector Cup
Kemampuan merangkai ide menjadi sebuah cerita yang utuh dan bermakna mengantarkan Niha Aina, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meraih Juara 1 Kepenulisan Cerpen dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan literasi mahasiswa FPP mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaik di tingkat universitas. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses panjang yang harus dilalui. Sebagai anggota LSO Jalu, Niha aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kepenulisan yang diselenggarakan organisasi. Diskusi karya, proses revisi, hingga evaluasi bersama menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kualitas tulisan yang akhirnya berhasil mengantarkannya menjadi juara. Menurut Niha, menulis cerpen bukan hanya tentang menyusun alur cerita yang menarik, tetapi juga menghadirkan pesan yang dapat dirasakan pembaca. Ia mengaku menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan ide, memperbaiki struktur cerita, serta memperkuat karakter dalam naskah yang dilombakan. Saat pengumuman pemenang, rasa haru dan tidak percaya menyelimuti dirinya. Niha mengaku sempat meragukan hasil yang akan diperoleh karena banyaknya karya berkualitas yang turut berkompetisi. Namun, kerja keras yang selama ini dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. “Saya merasa sangat bersyukur karena kesempatan ini menjadi bukti bahwa proses yang dijalani tidak pernah sia-sia. Kemenangan ini memberikan motivasi bagi saya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan menulis,” ujarnya. Niha juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembina LSO Jalu, Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., serta seluruh rekan organisasi yang senantiasa memberikan masukan, semangat, dan ruang untuk berkembang. Menurutnya, lingkungan yang mendukung menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan diri untuk berkarya. Ke depan, Niha berharap dapat terus menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga mampu memberikan inspirasi bagi pembacanya. Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menyalurkan gagasan dan kreativitasnya melalui dunia kepenulisan.
Mahasiswa FPP UMM Torehkan Prestasi Gemilang pada Ajang Rector Cup melalui LSO Jalu
Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Rector Cup. Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa yang tergabung dalam LSO Jalu, organisasi kemahasiswaan yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat di bidang seni dan sastra. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FPP tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang seni dan literasi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, anggota LSO Jalu berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya pada berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan dalam Rector Cup. Adapun prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa FPP melalui LSO Jalu antara lain: Juara 1 Baca Puisi Putra diraih oleh M. Choirul Anwar. Juara 1 Kepenulisan Cerpen diraih oleh Niha Aina. Juara 2 Baca Puisi Putri diraih oleh Eka Retno Setyo Winarti. Juara 2 Kepenulisan Lakon diraih oleh Neza Indira Pratama. Juara 3 Kepenulisan Puisi diraih oleh Silmi Multazamah D. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta komitmen para mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan di bidang seni pertunjukan dan sastra. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya dosen pembina LSO Jalu, Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc., yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa. Melalui capaian ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan potensi diri serta berani menunjukkan karya dan kreativitasnya melalui berbagai ajang kompetisi. LSO Jalu pun berkomitmen untuk terus menjadi ruang pengembangan bakat seni dan sastra yang mampu melahirkan prestasi-prestasi membanggakan bagi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang.