Go Halal-Thoyyib ke Desa Binaan: Kawal UKM Halal dan Branding Produk “Minuman Isotonik” di Kampung Herbal Sukolelo Pasuruan

Penguatan produk halal dan peningkatan daya saing UMKM menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Pendampingan yang terstruktur dan berbasis potensi lokal dinilai penting untuk memastikan kualitas produk, keamanan pangan, serta kesiapan pasar yang lebih luas. Program Go Halal-Thoyyib dilaksanakan di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 16 Februari 2026. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan pelaku UMKM dalam meningkatkan mutu produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran berbasis sumber daya lokal. Desa Sukolelo dikenal sebagai Kampung Herbal dengan berbagai komoditas tanaman obat dan bahan alami yang telah dimanfaatkan sebagai produk olahan masyarakat. Salah satu produk yang dikembangkan dalam program ini adalah minuman isotonik berbasis ekstrak herbal, dengan bunga mawar dan rosella yang memiliki beberapa kandungan, salah satunya yang di unggulkan yaitu antioksidan. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sukolelo tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, petani lokal, perangkat desa, serta siswa dan guru sekolah menengah setempat. Rangkaian kegiatan meliputi workshop, demonstrasi formulasi produk, serta pendampingan terkait teknik pengolahan dan pengemasan. Selain aspek produksi, program ini juga memberikan pendampingan dalam penguatan branding dan desain kemasan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas serta mendukung pengembangan potensi eduwisata desa. Pelaksanaan Program Go Halal-Thoyyib diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas produk UMKM secara berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Sukolelo.

Dosen FPP UMM Bawa Inovasi Pupuk Hayati ke TTS, Kolaborasi dengan Undana Dorong Produktivitas Lahan Kering

Peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan riil di masyarakat kembali ditunjukkan melalui kolaborasi riset dan pengabdian di wilayah lahan kering Nusa Tenggara Timur (NTT). Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Henik Sukorini, S.P., M.P., memimpin langsung kegiatan berbagi teknologi pupuk hayati kepada petani di Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Senin 16 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara UMM dan Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering yang selama ini menghadapi tantangan kesuburan tanah rendah dan keterbatasan air. Melalui pendekatan riset terapan, tim memperkenalkan sekaligus menguji teknologi pupuk hayati berbasis mikroorganisme yang dirancang untuk membantu tanaman bertahan dalam kondisi cekaman kekeringan. Sebagai dosen FPP UMM, Henik Sukorini, S.P., M.P., menjelaskan bahwa teknologi yang dibawa ke Timor Tengah Selatan bukanlah produk instan. Inovasi tersebut merupakan hasil penelitian bertahap yang telah diuji di lahan kering Pulau Jawa sebelum diterapkan di wilayah dengan kondisi agroklimat yang lebih ekstrem seperti TTS. Menurutnya, implementasi di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi benar-benar adaptif terhadap kebutuhan petani lokal. Kolaborasi ini juga melibatkan peneliti senior, I N Prijo Soetedjo, bersama tim akademisi dan mahasiswa. Mereka mengembangkan empat produk utama, terdiri atas dua jenis pupuk hayati dan dua jenis bakteri pendukung pertumbuhan tanaman. Salah satu yang digunakan adalah mikoriza, mikroorganisme yang berperan dalam meningkatkan penyerapan unsur hara dan memperkuat sistem perakaran tanaman, khususnya pada kondisi kekurangan air. Hasil uji lapangan pada tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang lebih optimal pada lahan yang menggunakan pupuk hayati dibandingkan dengan lahan tanpa perlakuan. Tanaman terlihat lebih besar dan lebih vigor, menjadi indikator awal efektivitas teknologi tersebut dalam mendukung produktivitas lahan kering. Tak hanya memperkenalkan inovasi, tim FPP UMM juga memberikan pelatihan teknis kepada petani mengenai cara pembuatan pupuk hayati dengan memanfaatkan bahan lokal yang tersedia. Pendekatan ini dilakukan agar petani tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami proses dan prinsip dasar teknologi yang diterapkan. Meski demikian, pengembangan kultur bakteri tetap memerlukan prosedur dan standar teknologi tertentu agar kualitasnya terjaga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FPP UMM dalam mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara nyata di lapangan. Melalui sinergi kolaborasi dengan Undana, inovasi yang dikembangkan di kampus tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi langsung diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah lahan kering.

Mahasiswa Teknologi Pangan UMM Raih Prestasi Nasional di Kejurnas Karate 2026

                                    Mahasiswa Fakultas Pertanian dan  Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Kejuaraan Karate STKIP Pasundan Open Tournament Series II 2026 Piala Kemenpora, kontingen Karate UMM berhasil meraih enam medali, menunjukkan kualitas pembinaan olahraga mahasiswa yang unggul dan berkelanjutan. Dari total perolehan medali tersebut, dua medali disumbangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UMM. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknologi Pangan UMM mampu menunjukkan daya saing dan prestasi di tingkat nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara kegiatan perkuliahan dan aktivitas pengembangan minat bakat. Prestasi mahasiswa Teknologi Pangan di Kejurnas Karate ini semakin istimewa karena diraih oleh mahasiswa baru yang telah menunjukkan mental juara sejak awal masa studi. Dua srikandi Teknologi Pangan UMM yang berhasil naik podium adalah:   Artika Atha Thaworn Thanyalak (Teknologi Pangan 2025) Meraih Juara II Kata Beregu Senior Putri. Ilma Mazida (Teknologi Pangan 2025) Meraih Juara III Kumite Perorangan Senior Putri.   Keberhasilan Artika dan Ilma tidak terlepas dari proses latihan yang terstruktur, disiplin tinggi, serta pembinaan berkelanjutan di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Muhammadiyah Malang. Meskipun masih berstatus sebagai mahasiswa baru, keduanya mampu menunjukkan mental juara, sportivitas, serta performa optimal dalam kompetisi yang diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia. Partisipasi aktif mahasiswa dalam ajang kejuaraan nasional ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Malang dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Dukungan institusi terhadap pengembangan prestasi mahasiswa diwujudkan melalui fasilitas, pembinaan, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi tingkat regional hingga nasional. Prestasi yang diraih mahasiswa Teknologi Pangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FPP UMM untuk terus mengembangkan potensi diri, berkontribusi positif bagi almamater, serta membawa nama baik universitas dalam berbagai bidang prestasi.  

Membumikan Halal Bersama Mahasiswa UMM

Dengan Kurikulum Halal dan Pelatihan P3Halal Memberi 4 Manfaat dan Dampak Mendapat Pekerjaan di MBG (Oleh : Prof Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP. Ketua PS. P3Halal – UMM (Pusat Studi. Penelitian & Pengembangan Produk Halal-UMM) Malang, 14 Januari 2026 – Membangun industri halal bukan hanya soal penyediaan produk makanan halal saja, tetapi mencakup empat elemen penting, yakni barang dan jasa, infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan pemerintah. Bergotong-royong membangun ekosistem halal adalah kerja besar lintas sektor: akademisi, pelaku usaha, regulator, dan masyarakat, dimana Indeks literasi ekonomi syariah kita masih di bawah 50 persen. Pelibatan mahasiswa dalam inisiatif “Go Halal” di Indonesia sangat didorong oleh pemerintah, khususnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dengan peran utama sebagai pendamping Proses Produk Halal (P3H) dan agen literasi halal.  Mahasiswa berperan sebagai duta produk halal dan menggerakkan literasi halal di lingkungan sekitar. Tiga pilar utama yaitu civitas akademika, pemerintah, dan pelaku industri, harus bersemangat bersama dalam mengembangkan industri halal. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga diharapkan melahirkan generasi sadar halal, menjadi agen-agen pembangun ekosistem halal yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam kegiatan Inovasi dan IPTEKS, mahasiswa juga terlibat dalam aspek riset dan pengembangan teknologinya Oleh karena itu PS P3 Halal UMM secara terus menerus mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dengan aksi nyata dalam penguatan ekosistem halal di Indonesia. Bahkan menjadi Pusat Kajian Pangan Aman-Halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak Tahun 2008, telah mempunyai kurikulum 2-4 SKS pada MK manajemen Pangan Aman-halal, Manajemen Gizi Institusi Aman & Halal, pada Prodi Teknologi Pangan (sejak Tahun 2010), Agribisnis di Lingkungan Fak Pertanian_peternakan UMM, serta pada Program FAI (Ekonomi Syari’ah) dan FH (Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum) UMM. Tidaklah mengherankan beberapa alumni THP/ITP, sekarang Teknologi Pangan menjadi auditor halal, pegawai di Balai BPOM, penyelia halal pada beberapa perusahaan makanan-minuman, serta akhir-akhir ini sedang banyak dibutuhkan kompetensinya pada program baru MBG (Makan Bergizi Gratis) Bersama para ahli gizi yang masih kekurang di banyak dapur MBG seluruh wilayah Indonesia. Disamping keahlian dalam mengelola menu MBG juga dalam mendukung ekosistem pangan halal melaksanakan sertifikasi halal dapur MBG-nya. Seperti dialami oleh alumni TP Sdr. Iffi, STP yang telah membantu tim halal UMM selama hampir 2 tahun (sebagai tenaga magang alumni), dinyatakan lulus wawancara sebagai Ahli Gizi dapur MBG di daerah Banyuwangi Jawa Timur     Alumni magang halal; Pendampingan Hotel/UKM bersama LazisMu/MayBank Mahasiswa diberi media mengimplementasikan kurilukum dengan Pelatihan P3/Pendamping Proses Produk Halal bekerjasama PS. P3Halal-UMM, sehingga penguatan pemahaman dan ketrampilan dapat langsung dilaksanakan menjadi tugas pendampingan dan sertifikasi halal kepada UMKM, Hotel, café/RM dan lainnya. Selanjutnya mahasiswa diberi kesempatan dapat melanjutkannya dalam kegiatan Magang, PKL, bahkan PMM/KKN tematik halal, yang hasil pendampingan data-data UMKM tersebut dapat menjadi bahan TA/skripsinya.  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik  khusus dengan fokus pendampingan sertifikasi halal bagi UMK di daerah pedesaan atau daerah binaan, serta memberi ruang agar mahasiswa punya pengalaman praktis di lapangan. Melalui program-program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kompetensi teknis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem halal nasional dan sekaligus mahasiswa dapat menyelesaikan tugasnya hingga lulus tepat waktu. Tugas tersebut dapat dilanjutkan menjadi judul skripsinya tanpa harus melakukan penelitian lagi yang membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit. KKN Halal di Purwosari-Pasuruan; Lulus Pelatihan P3Halal (Teknologi Pangan) Program Pendamping Proses Produk Halal (P3H),  Mahasiswa dilatih dan direkrut untuk menjadi pendamping yang membantu Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam memperoleh sertifikasi halal secara gratis (program SEHATI); Mengedukasi pelaku UMK tentang pentingnya sertifikasi halal dan manfaatnya bagi bisnis mereka; Membantu UMK mempersiapkan dokumen dan data yang diperlukan untuk pengajuan sertifikasi melalui sistem, serta Memberikan bimbingan dalam penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) di lokasi produksi. PS P3 Halal UMM bersama MK terkait melakukan kegiatan intregrasi-kolaboratif, mahasiswa yang telah berhasil meloloskan Seritifkat Halal UKM yang didampingi hasil kegiatan pelartihan, akan dibebaskan dari kegiatan UAS berhasil memperoleh nilai A, dan bisa menjadi tema bahan Tugas akhir agar mahasiswa lulus tepat waktu, dan melanjutkan dengan riset sosial mengalanlisis hasil tuitik kritis keharamannya produk UKM yang didampinginya. Dari sebanyak 90 mahasiswa, dalam tempo 4 minggu 14 orang telah berhasil menuntaskan tugas terstruktur, hingga ada 6 mahasiswa sukses membantu mengawal UKM hingga terbit Sertifikat Halal produknya, antara lain : 7 Minuman Bu Neneng sengkaling;  Bumbu pecel Bu Romlah Singosari Malang, dan Dimsun Littlebite. Agen Perubahan dan Literasi: Mahasiswa, sebagai generasi muda yang dominan, dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) yang efektif untuk menyebarluaskan informasi dan gaya hidup halal di masyarakat. Mahsiswa juga diharapkan sebagai penggerak gaya hidup Halal, mendorong kesadaran konsumsi produk halal di kalangan milenial dan masyarakat luas.

Dosen Perikanan UMM Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh

Dosen Perikanan UMM Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh

  Malang – Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh mengundang kepedulian banyak pihak. Salah satunya datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Perikanan UMM, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P., turut turun langsung ke lokasi terdampak sebagai bagian dari tim relawan kemanusiaan. Indra Fery, bergabung bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur dan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM. Kehadiran mereka di lapangan difokuskan pada upaya respon awal bencana, mulai dari pendampingan masyarakat terdampak, distribusi bantuan, hingga asesmen kondisi di lapangan. Menurut Indra Fery, bencana tidak hanya menyisakan kerusakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang besar bagi warga. Oleh karena itu, kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Dalam keterangannya, Indra Fery juga menegaskan bahwa kehadiran relawan bukan hanya soal membawa bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana. “Bencana seperti ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi juga soal kondisi psikologis warga. Kehadiran kami di lapangan adalah untuk membantu semampunya dan memberi penguatan bahwa mereka tidak sendiri.” ujar Rindya Fery Indrawan. Ia menambahkan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus wujud nyata nilai ke-Muhammadiyahan yang selama ini dijunjung oleh UMM. “Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga pembelajaran kehidupan. Mahasiswa belajar langsung tentang empati, kerja sama, dan bagaimana ilmu bisa hadir untuk kemanusiaan.” tambah Indra Fery. Partisipasi dosen Perikanan UMM dalam aksi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen kampus tidak hanya pada pengembangan akademik, tetapi juga pada nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan lembaga kemanusiaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana. (Humas/Sang).  

Rapat Kerja Pimpinan FPP

Rapat Kerja Pimpinan FPP UMM di Lembah Metro Resort Batu, 10 Desember 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Lembah Metro Resort, Batu, saat Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar rapat kerja pimpinan. Acara ini menjadi ajang berkumpulnya para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) untuk menyusun langkah strategis fakultas ke depan. Dalam rapat kerja tersebut, enam program studi di lingkungan FPP memaparkan program kerja masing-masing. Mulai dari rencana pengembangan akademik, inovasi penelitian, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Tak hanya itu, pihak fakultas juga menyampaikan program kerja tingkat fakultas yang menekankan pada kolaborasi lintas prodi, peningkatan kualitas riset, serta penguatan jejaring dengan dunia industri. Diskusi berlangsung santai namun produktif. Para pimpinan prodi saling bertukar ide, memberi masukan, dan menyelaraskan visi agar seluruh program dapat berjalan seiring dengan kebutuhan mahasiswa dan tantangan sektor pertanian-peternakan. Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi momen kebersamaan untuk memperkuat sinergi antarprodi. Dengan suasana resort yang sejuk dan mendukung, kegiatan terasa lebih cair dan penuh inspirasi. Harapannya, hasil rapat kerja ini akan membawa Fakultas Pertanian-Peternakan UMM semakin maju dan berdampak nyata bagi masyarakat. EP      

UMM Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Budidaya Hutan dan Teknik Produksi Tanaman Hortikultura

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan dua guru besar baru pada Sabtu, 29 November 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset dan inovasi kampus. Pengukuhan ini sekaligus menegaskan fokus UMM pada pengembangan keilmuan strategis di bidang silvikultur dan teknik produksi tanaman hortikultura, yang berperan penting bagi ketahanan pangan. Langkah tersebut sejalan dengan pendirian Direktorat Saintek UMM, yang bertujuan mempercepat hilirisasi riset dan menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Joko Triwanto, M.P., IPU. dan Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, M.P. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan peran guru besar sangat strategis dalam memperkuat riset dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai pembentukan Direktorat Saintek menjadi langkah penting untuk mempercepat hilirisasi riset dan memastikan inovasi kampus dapat dimanfaatkan secara luas. Nazaruddin juga menekankan pentingnya riset terapan sebagai jawaban terhadap tantangan deindustrialisasi nasional. “UMM akan terus berinvestasi pada riset terapan untuk melahirkan inovasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi dari konsumsi menuju produksi,” ujarnya. (*)MN

Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting

Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting

Inovasi Riset UMM: Minuman Herbal Anti-Anemia dan Beras Granul Lokal untuk Generasi Bebas Stunting Malang, 03 November 2025 — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui Pusat Studi Halal Thoyyib, berhasil mengembangkan dua produk pangan fungsional hasil riset yang sangat relevan dengan isu kesehatan nasional: minuman herbal anti-anemia dan beras granul lokal untuk pencegahan stunting. Suplemen Herbal Penambah Hemoglobin Tim peneliti UMM meracik minuman “Mawar Plus” dari bunga mawar dan jahe merah, serta mengembangkan kapsul zat besi (Fe) dari kombinasi bunga mawar dan bayam merah. Produk ini diuji ke beberapa kelompok penerima manfaat di Kabupaten Pasuruan, meliputi remaja putri, ibu muda, serta ibu hamil dan menyusui yang mengalami anemia ringan hingga berat. Hasilnya menggembirakan: setelah dua kali pemberian, banyak peserta melaporkan perbaikan kondisi fisik, seperti berkurangnya pusing, dan tes kadar hemoglobin (Hb) menunjukkan peningkatan dari kisaran 8–9 menjadi 10–11. Sebelumnya, program ini diawali dengan workshop dan bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan di Gedung Empu Sendok, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, melibatkan tenaga kesehatan dan akademisi. Beras Granul Lokal: Solusi untuk Cegah Stunting Selain suplemen herbal, UMM juga mengembangkan beras granul sehat dalam kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang melalui Konsorsium RIKUB 3. Beras granul ini berbasis bahan lokal seperti jagung, sorgum, dan umbi-umbian — kaya serat, vitamin, dan zat besi — yang ramah bagi penderita anemia dan sangat potensial untuk anak-anak berisiko stunting. Tim riset diketuai oleh Prof. Widya Dwi Rukmi Putri bersama Prof. Elfi Anis Saati dari UMM dan mitra dari UNDANA Kupang. Kolaborasi dan Implementasi di Lapangan Untuk memperluas dampak riset, tim UMM bersama UB dan UNDANA melakukan kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan Dialog Kebangsaan dan FGD bersama pemerintah daerah setempat. Diskusi menghasilkan gagasan pemanfaatan hasil bumi lokal — seperti pisang, turi, kacang hitam, ikan laut, dan rumput laut — sebagai bahan pangan fungsional halal. Selama di Kupang, tim juga menginspirasikan nuansa bunga mawar karena hotel tempat menginap menggunakan konsep mawar sebagai ornamen, melambangkan semangat penelitian mawar dari sisi kesehatan. Dari Riset Menuju Pemberdayaan Masyarakat UMM tidak hanya berhenti di laboratorium. Di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, tim melakukan pelatihan pengolahan pangan bergizi, pendampingan UMKM, dan penguatan proses branding produk unggulan lokal. Program pemberdayaan ini ditargetkan terus berjalan hingga tahun 2028, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang UMM dalam menyebarkan manfaat riset ke masyarakat. Dukungan Hibah Penelitian dan Pengabdian Proyek ini mendapat dukungan dari hibah BIMA (Kemenristekdikti RI) untuk penelitian serta hibah pengabdian dari LPPM UMM. Skema tersebut memungkinkan riset tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi langsung. Hal ini memiliki manfaat utama menurunkan angka anemia di kalangan remaja dan ibu hamil/menyusui melalui suplemen alami halal, mengurangi risiko stunting dengan pangan alternatif bergizi berbasis lokal, memperkuat ketahanan pangan dan gizi melalui kolaborasi universitas dan komunitas lokal serta pemberdayaan masyarakat dalam memproduksi pangan fungsional dan UMKM sehat. Inovasi ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan riset kampus, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama anemia dan stunting. Melalui kerjasama akademik, pemerintah, dan masyarakat, UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan produk pangan fungsional yang sehat, halal, dan bermanfaat luas.    

Lawan Lalat Buah, HIMAGRO UMM Latih Petani Bocek Gunakan Perangkap Ekonomis & Parasitoid

Lawan Lalat Buah, HIMAGRO UMM Latih Petani Bocek Gunakan Perangkap Ekonomis & Parasitoid

  Malang – Sebanyak 20 petani jeruk dari Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mengikuti pelatihan pengendalian lalat buah berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Sabtu, 6 September 2025, pukul 18.00–20.00 WIB di Aula Balai Dusun Sapiturang. Kegiatan ini digelar oleh PPK Ormawa HIMAGRO Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Pelatihan ini menjadi forum diskusi antara petani, akademisi, dan praktisi pertanian, fokus pada monitoring populasi lalat buah, pencatatan hasil pengamatan, sanitasi kebun, dan pemanfaatan parasitoid. Bapak Kusnan dari BRMP Jestro menjadi pemateri utama, menyampaikan strategi pengendalian berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Serangan lalat buah menjadi masalah serius bagi petani jeruk di Desa Bocek karena menyebabkan buah rontok, menurunnya kualitas, dan berdampak pada harga jual. Pelatihan ini menawarkan solusi ramah lingkungan, murah, dan berkelanjutan. Acara diawali dengan pemaparan materi, menekankan pentingnya pencatatan mingguan dan konservasi parasitoid. Praktik pembuatan perangkap ekonomis dari botol bekas, atraktan cair, dan tali penggantung menjadi bagian menarik, membantu petani menekan populasi hama sekaligus melakukan monitoring rutin di kebun. Diskusi berlangsung aktif, meliputi pembuatan pestisida nabati, penggunaan asap cair, serta strategi kombinasi perangkap dan biopestisida. Teknologi Augmentarium berbasis IoT 5.0 yang dikembangkan HIMAGRO UMM juga menarik perhatian peserta untuk memantau hama dan parasitoid secara real-time. Bapak Kusnan menyampaikan kesannya: “Kesannya luar biasa, karena mahasiswa Agroteknologi sudah mampu mengumpulkan para petani, dan memfasilitasi sosialisasi PHT dengan baik. Semoga mahasiswa terus memberi manfaat bagi petani dan masyarakat.” Acara ditutup dengan dokumentasi bersama pemateri, mahasiswa, dan peserta. Dari pelatihan ini, petani Desa Bocek diharapkan lebih siap menerapkan strategi PHT, meningkatkan produksi jeruk dari sisi kuantitas dan kualitas, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

PPK Ormawa UMM Hadir di Desa Bocek: Integrasi Teknologi Augmentarium dan Konservasi Parasitoid untuk Jeruk Sehat

PPK Ormawa UMM Hadir di Desa Bocek: Integrasi Teknologi Augmentarium dan Konservasi Parasitoid untuk Jeruk Sehat

Himpunan Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi melaksanakan kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Kamis, 17 Juli 2025. Acara pembukaan dan sosialisasi program ini berlangsung di Balai Desa Bocek dengan dihadiri oleh Kepala Desa Bocek, Sekretaris Desa, perangkat desa, perwakilan bidang kemahasiswaan UMM, pimpinan Fakultas Pertanian-Peternakan, Program Studi Agroteknologi, serta sejumlah tokoh masyarakat termasuk Ketua Kelompok Tani “Tri Rejeki” dan beberapa ketua kelompok tani lainnya di wilayah tersebut. Program ini mengusung tema “Integrasi Teknologi Augmentarium dan Konservasi Parasitoid Berbasis IoT 5.0 Guna Memperbaiki Kualitas Jeruk Berkelanjutan di Desa Bocek, Malang.” Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, di mana mahasiswa tidak hanya datang membawa inovasi teknologi, tetapi juga terjun langsung dalam proses pemberdayaan petani dan komunitas lokal. Mahasiswa akan mendampingi kelompok tani secara intensif melalui serangkaian kegiatan seperti pelatihan penggunaan teknologi Augmentarium, konservasi musuh alami hama (parasitoid), pengembangan plot demonstrasi tanaman jeruk sehat, edukasi pengendalian hama ramah lingkungan, serta sosialisasi pertanian berkelanjutan berbasis ekologi dan digitalisasi. Selain itu, mahasiswa juga akan terlibat dalam kegiatan sosial desa seperti edukasi pertanian ke sekolah dasar, kerja bakti lingkungan bersama warga, dan pendataan kebutuhan petani secara partisipatif. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta menciptakan transfer ilmu yang lebih efektif.Teknologi Augmentarium yang diperkenalkan dalam program ini adalah sistem berbasis Internet of Things (IoT) 5.0 yang memungkinkan pemantauan ekosistem pertanian secara real-time melalui sensor lingkungan secara digital. Teknologi ini dirancang untuk mendukung pengendalian hayati dengan cara melestarikan populasi parasitoid lalat buah, salah satu hama utama tanaman jeruk. Dengan Augmentarium, petani dapat memperoleh informasi digital tentang tingkat serangan hama dan keberadaan musuh alaminya, sehingga keputusan pengendalian dapat dilakukan secara tepat waktu dan presisi, tanpa harus bergantung pada penggunaan insektisida kimia yang berlebihan. Kepala Desa Bocek, Abdul Kodim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa UMM yang tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga semangat kolaborasi. “Kami menyambut baik program ini karena sangat relevan dengan kebutuhan petani. Kami berharap ini bukan hanya kegiatan sesaat, tapi bisa berkelanjutan dan terintegrasi dengan program desa,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tri Rejeki, juga mengungkapkan rasa optimis atas inovasi ini. “Kalau bisa membantu kami mengurangi serangan lalat buah dan meningkatkan hasil panen jeruk tanpa harus banyak insektisida, ini sangat kami dukung,” katanya. Program ini akan dilaksanakan selama lima bulan dan merupakan bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Malang dalam memperluas dampak tridharma perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi pertanian presisi yang berbasis ekosistem, serta mendorong keterlibatan generasi muda desa dalam regenerasi petani berbasis teknologi. Dengan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) poin 2 tentang ketahanan pangan dan poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, program ini juga menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia